Dampak terhadap aktivitas pendidikan juga terjadi di Solok Selatan. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada 17 September 2026 mengeluarkan kebijakan penyesuaian pembelajaran setelah kualitas udara terdampak kabut asap selama beberapa pekan.
Pembelajaran PAUD dan TK diliburkan, sementara siswa SD dan SMP diarahkan belajar dari rumah pada 18ā19 September 2026.
Daswippetra mengatakan, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya kehadiran dan kepedulian terhadap masyarakat.
āBagi saya, ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan, wakil rakyat harus hadir. Tidak cukup hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi harus ada tindakan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,ā ujarnya.
Dia berharap 20 ribu masker yang disalurkan dapat dimanfaatkan masyarakat, dan pelajar, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
Daswippetra juga mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk, dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
āKita tentu berharap kondisi ini segera membaik. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa membantu masyarakat dan menjadi bentuk kepedulian kita terhadap kondisi yang sedang mereka hadapi,ā katanya. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





