Ketahui Fungsi Lemak bagi Tubuh

Fungsi Lemak
Ilustrasi. (Foto: Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Penjelasan mengenai fungsi lemak di bawa ini dibagi atas dua bagian, yaitu fungsi lemak bagi tubuh dan fungsi lemak untuk diet. Lebih lanjut, berikut uraiannya.

Bacaan Lainnya

Fungsi Lemak bagi Tubuh

  1. Menyimpan Energi

Fungsi lemak yang pertama adalah sebagau penyimpanan energi yang berlebih dalam tubuh. Jika makanan kita mempunyai energi berlebih, itu akan dimasukkan ke dalam jaringan adiposa atau jaringan lemah. Karbohidrat dan lipid menyediakan sebagian besar energi yang diperlukan tubuh manusia. Glukosa juga disimpan sebagai glikogen di tubuh. Saat glikogen ini menyediakan sumber energi siap pakai, dirinya sendiri punya banyak kandungan air sehingga tubuh tak bisa menyimpannya terlalu lama.

Di sisi lain, lemak juga bisa berfungsi sebagai cadangan energi yang lebih lama dan lebih besar. Pasalnya, lemak ini terkemas rapat tanpa air dan bisa menyimpan energi dengan jumlah jauh lebih besar di ruang yang lebih kecil. Misalnya, terdapat lebih dari dua kali lipat jumlah energi sebagai satu gram karbohidrat pada satu gram lemak yang terkonsentrasi padat dengan energi.

Energi yang tersimpan dalam lemak bisa kita manfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dasar ketika beristirahat, sekaligus menjadi bahan bakar otot-otot untuk bergerak sehari-hari, seperti berjalan-jalan, bermain, menari, sampai bekerja.

Ketika manusia mengandalkan berburu dan mengumpulkan makanan liar di zaman dulu, atau berhasil menanam, kita punya kemampuan menyimpan energi sebagai lemak yang sangat penting untuk bertahan hidup pada masa-masa sulit. Di seluruh dunia, kelaparan memanglah selalu menjadi masalah, dan ketika bisa menyimpan energi di saat yang baik, kita akan mampu bertahan dalam kondisi pangan yang rawan.

Energi yang tersimpan di jaringan adiposa juga memungkinkan kita untuk bertahan dari penyakit, dalam kasus tertentu.

Sel-sel lemak dikhususkan sebagai penyimpanan lemak, tak seperti sel-sel tubuh lain yang bisa menyimpan lemak dalam persediaan terbatas. Tak heran, lemak bisa mengembang sampai ukuran yang hampir tanpa batas.

Kelebihan jaringan adiposa bisa merusak kesehatan, tak hanya dari tekanan mekanis karena kelebihan berat badan, tetapi juga perubahan metabolisme dan hormonal. Obesitas sendiri bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, strok, penyakit ginjal, sampai jenis kanker tertentu.

Lemak berlebihan ini juga bisa mengganggu fungsi kognitif, mengganggu reproduksi, sampai suasana hati. Sementara itu, beberapa lemak tubuh bisa sangat penting untuk kelangsungan hidup dan kesehatan, mereka dalam jumlah besar justru bisa menjadi penghalang bagi kesehatan yang baik.

  1. Melindungi dan Mengisolasi

Fungsi lemak yang kedua melindungi organ vital dalam tubuh manusia. Bagi pria, lemak tubuh rata-rata ialah 18 sampai 24 persen. Sementara itu, untuk wanita, ialah 25 sampai 31 persen. Meski begitu, jaringan adiposa sendiri bisa terdiri dari persentase yang jauh lebih besar dari berat badan, tergantung pada tingkat obesitas tubuh.

Lemak ini sebagian besar tersimpan dalam rongga perut dan disebut sebagai lemak visceral. Lalu, yang lainnya, disimpan tepat di bawah kulit, yakni lemak subkutan. Jantung, ginjal, hati, dan organ vital lainnya dilindungi oleh lemak visceral, sedangkan selimut lemak subkutan akan melindungi tubuh dari suhu ekstrem dan bisa menjaga suhu internal tubuh tetap terkendali.

Lemak terdapat pada bantalan tangan dan bokong manusia dan mencegah gesekan. Pasalnya, area ini sering bersentuhan dengan permukaan yang keras. Jadi, lemak ini memberi tubuh kita bantalan ekstra yang diperlukan ketika melakukan aktivitas yang menuntut fisik, seperti menunggang kuda, seluncur es, dan lain sebagainya.

  1. Mengatur dan Memberi Sinyal

Fungsi lemak yang ketiga adalah mengatur dan memberi sinyal bagi tubuh. Tubuh juga dibantu lemak dalam memproduksi dan mengatur hormon. Misalnya, hormon leptin yang memberi sinyal status energi tubuh serta mengatur nafsu makan, dikeluarkan oleh jaringan adiposa. Kesehatan reproduksi juga membutuhkan lemak, seorang wanita bisa berhenti menstruasi dan tidak bisa hamil jika kekurangan lemak dengan jumlah cukup. Hal ini bisa terjadi sampai tubuhnya menyimpan lebih banyak energi sebagai lemak.

Kolesterol dan pembekuan darah, sampai kontrol peradangan pada sendi, jaringan, dan aliran darah juga diatur dengan bantuan asam lemak esensial, yakni omega-3 dan omega-6. Lemak ini juga punya peran fungsional penting lainnya untuk mempertahankan transmisi impuls saraf, struktur jaringan, dan penyimpanan memori.

Hormon lipid sangat penting untuk aktivitas otak dalam fungsi dan struktur, mengisolasi neuron, membantu membentuk membran sel saraf, serta memfasilitasi sinyal impuls listrik ke seluruh otak.

  1. Fungsi Lemak dalam Diet

Selain fungsi lemak secara umum, berikut adalah fungsi lemak dalam diet. Nah, siapa dari Anda yang sedang menjalani program diet? Yuk, simak dengan seksama agar tak lupa peranan penting lemak!

  1. Membantu Penyerapan dan Meningkatkan Bioavailabilitas

Dalam makanan yang mengandung lemak yang akhirnya kita konsumsi, pengangkutan vitamin yang larut dalam lemak akan dibantu. Vitamin ini akan dibawa lewat proses pencernaan dan meningkatkan penyerapan usus. Peningkatan penyerapan ini dikenal sebagai peningkatan ketersediaan hayati.

Lemak makanan juga bisa meningkatkan ketersediaan hayati bagi senyawa yang dikenal dengan fitokimia, yakni senyawa tanaman non-esensial yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Dalam lemak, banyak fitokimia yang larut, seperti likopen yang terdapat pada lemak dan beta-karoten yang ditemukan di wortel.

Adanya lemak makanan bisa meningkatkan penyerapan molekul-molekul tersebut di dalam saluran pencernaan kita.

Tak hanya meningkatkan bioavailabilitas vitamin yang larut dalam lemak, beberapa sumber makanan terbaik dari vitamin ini pun berupa makanan yang tinggi akan lemak. Misalnya, kacang-kacangan, termasuk selai kacang, biji-bijian, dan minyak nabati seperti dalam saus salad, merupakan sumber vitamin E yang baik. Akan sulit untuk mengonsumsi vitamin E yang cukup jika kita hanya sedikit memakannya.

Vitamin E dihancurkan oleh panas tinggi sedangkan makanan yang digoreng kebanyakan dimasak dengan minyak sayur. Jadi, kita bisa saja tak menemukan banyak vitamin E dalam onion ring atau kentang goreng, tergantung minyak apa yang digunakan. Pilihan terbaik adalah makan makanan utuh yang diproses secara minimal.

Sayuran berminyak juga mempunyai beberapa vitamin K. Telur dan ikan berlemak juga merupakan sumber vitamin A dan D yang baik.

  1. Berkontribusi pada Bau, Rasa, dan Kekenyangan Makanan

Nafsu makan atau keinginan untuk makan dipuaskan oleh lemak, sebab ia menambah rasa pada makanan. Senyawa terlarut yang berkontribusi pada rasa dan aroma yang menggugah selera terkandung dalam lemak. Ia juga menambah tekstur dan membuat makanan yang dipanggang jadi lebih bersisik dan lembab, makanan gorengan menjadi renyah, dan menambah tekstur krim pada keju krim dan es krim.

Keju krim bebas lemak patut dipertimbangkan karena sebagian besar rasa juga hilang saat lemak dihilangkan dari krim. Jadinya, keju akan hambar dan kasar, tak seperti keju krim lainnya yang dengan lemak, dan banyak zat aditif yang dipakai untuk menggantikan rasa yang hilang tersebut.

Kelaparan atas kebutuhan untuk makan juga dipuaskan dengan lemak karena lebih lambat untuk diserap dan dicerna daripada makronutrien lainnya. Dengan demikian, lemak makanan berkontribusi pada kekenyangan alias perasaan kenyang atau puas.

Saat makanan berlemak ditelan, tubuh merespon dengan memungkinkan proses pengendalian pencernaan untuk memperlambat gerakan makanan di sepanjang saluran pencernaan. Lemak pun punya lebih banyak waktu untuk dicerna dan diserap, sehingga meningkatkan rasa kenyang secara keseluruhan.

Terkadang, orang-orang terlalu memanjakan diri dengan makanan kaya lemak sebelum rasa kenyang tiba. Mereka menemukan rasa lezat yang tak tertahankan. Baik hanya untuk memperlambat waktu makan untuk menghargai tekstur dan rasa makanan, juga bisa memberi waktu bagi tubuh untuk mengirim sinyal kenyang ke otak sehingga kita bisa makan cukup untuk merasa puas tanpa terlalu kenyang.

  1. Menyediakan Asam Lemak Esensial

Sebagian besar molekul lipid dapat disintesis dalam tubuh dari molekul organik lain sehingga tidak perlu secara khusus disediakan dalam makanan. Namun, ada dua yang dianggap penting dan harus dimasukkan dalam diet, yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat.

Itulah fungsi lemak bagi tubuh yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait