Dalam peninjauan itu, Arry didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumbar Mahdianur Kabid Usaha Ekonomi1 Masyarakat, Sumber Daya Alam, dan Teknologi Tepat Guna Mirza Iswandi, Wali Nagari Pangian Hijrah Adi Sukrial, Wali Nagari TBA Hendra Basri, serta Camat Lintau Buo Lutfi.
Ketua NCH Pangian Izra Novita menjelaskan bahwa pengembangan NCH mencakup kegiatan seni tradisional, seperti silek dan tari, sanggar pelatihan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berbagai kegiatan dipusatkan di kawasan Medan Nan Balinduang, yang mencakup sejumlah ruang aktivitas, antara lain Medan Nan Bapaneh, tempat latihan silek dan tari, sanggar-sanggar, Lapau Nagari, serta Teras Nagari.
NCH Pangian juga mengembangkan pemasaran produk melalui jalur daring dan luring. Penjualan langsung dilakukan di kantor untuk produk makanan basah yang sulit dikemas atau dikirim, sedangkan pemasaran daring memanfaatkan siaran langsung melalui media sosial TikTok, dengan jadwal tiga kali sehari.
Dukungan infrastruktur digital turut disiapkan melalui kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat. Fasilitas tersebut meliputi pengelolaan data nagari melalui Teras Nagari serta akses internet gratis berkecepatan 300 Mbps.
Selain menjadi ruang pengembangan ekonomi kreatif, NCH Pangian juga menjadi pusat aktivitas anak-anak dan remaja. Latihan seni dan budaya biasanya berlangsung pada sore hari setelah jam sekolah, sehingga fasilitas tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus menumbuhkan kreativitas generasi muda.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





