7 Rumah Adat Suku Minang: Fungsi, Jenis, dan Keunikannya

Penjelasan rumah adat Minangkabau
Rumah Gadang Surambi Papek memiliki akses pintu berbeda. Ketika Anda masuk ke rumah lewat pintu utama, maka keluarnya harus lewat pintu lain yang terdapat di belakang. (Foto: Pin/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Suku Minang atau Minangkabau merupakan suku mayoritas yang ada di Provinsi Sumatra Barat. Suku Minang punya rumah adat khas yaitu Rumah Gadang.

Bacaan Lainnya

Terdapat beragam jenis rumah adat Suku Minang. Bahkan, setiap jenis Rumah Gadang ini memiliki perbedaan masing-masing yang dapat terlihat dari ciri bangunannya.

Dilihat secara umum, bangunan Rumah Gadang memang unik dan identik dengan atap melengkung serta runcing di ujungnya.

Atap melengkung seperti tanduk kerbau pada Rumah Gadang yang disebut gonjong itu tak sekadar sebagai kelengkapan atau elemen fisik bangunan. Menurut filosofi masyarakat Minangkabau, gonjong rumah Gadang mengisyaratkan nilai-nilai ketuhanan.

Lebih lanjut, simak penjelasan rumah adat Minangkabau berikut ini.

Fungsi Rumah Adat Suku Minang

Rumah adat seperti Rumah Gadang tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal keluarga suku Minang. Fungsi lainnya dijadikan tempat musyawarah hingga menggelar pesta adat.

Setiap bangunan Rumah Gadang mempunyai fungsi tersendiri yang berbeda-beda, di antaranya:

  1. Anjuang

Rumah Gadang di bagian sayap kanan dan kiri biasanya terdapat anjuang atau ruang anjung. Anjuang berfungsi sebagai tempat bersandingnya pasangan pengantin atau tempat penobatan kepala adat suku Minang.

  1. Rangkiang

Rumah Gadang selalu mempunyai satu bangunan terpisah di bagian depannya yang disebut rangkiang. Fungsi rangkiang adalah sebagai tempat penyimpanan padi. Ini juga menandakan bahwa di rumah tersebut ada kehidupan.

  1. Surau

Surau merupakan rumah ibadah yang biasanya digunakan untuk sholat. Keberadaan surau ini tidak terlalu jauh dari Rumah Gadang. Selain dimanfaatkan sebagai sarana ibadah karena mayoritas penduduknya Muslim, surau juga kerap dijadikan tempat belajar.

Jenis Rumah Adat Suku Minang

Dirangkum dari berbagai sumber, di bawah ini ragam ciri dari jenis Rumah Gadang yang masih dilestarikan Suku Minang.

  1. Gadang Gonjong Ampek Baanjuang

Rumah adat suku Minang ini banyak ditemukan di daerah Luhak Nan Tigo. Gonjong atap rumah ini memiliki empat lapis dan terdapat tujuh ruangan di dalamnya dilengkapi dengan dua anjuang di sisi kanan kiri.

  1. Gadang Gojong Limo

Di Kota Payakumbuh, terdapat banyak rumah adat Gandang Gojong Limo. Jenis rumah ini tidak memiliki anjuang, tetapi ada gonjong tambahan di sisi kanan dan kiri bangunan.

  1. Gadang Gajah Maharam

Gajah maharam dalam bahasa setempat berarti gajah tidur. Sesuai namanya, Rumah Gadang Gajah Maharam berukuran besar dan termasuk rumah adat mewah karena atapnya terbuat dari seng dan bukan ijung. Tiang penopangnya pun memakai kayu pilihan yang kokoh dari guncangan.

  1. Gadang Batingkek

Bangunan Gadang Batingkek hampir mirip dengan Gajah Maharam. Perbedaannya ada pada lapisan gonjong yang bertingkat-tingkat.

  1. Gadang Gonjong Sibak Baju

Inspirasi rumah adat satu ini menyerupai baju yang disibak, sehingga gonjongnya hanya dua tingkat dan memiliki tanduk pada setiap ujungnya.

  1. Gadang Gonjong Anam

Gonjong Anam termasuk rumah adat Gadang paling modern. Ruangan di dalamnya banyak dimodifikasi dan mempunyai lebih banyak ornamen khas Minang.

  1. Gadang Surambi Papek

Rumah Gadang Surambi Papek memiliki akses pintu berbeda. Ketika Anda masuk ke rumah lewat pintu utama, maka keluarnya harus lewat pintu lain yang terdapat di belakang.

Keunikan Rumah Adat Suku Minang

Bentuk Rumah Gadang memang unik, bahkan menjadi inspirasi bangunan The House of the Five Sense, yaitu pintu gerbang utama Taman Hiburan Efteling di Belanda.

Lantas apa saja keunikan dari rumah adat suku Minang ini? Berikut fakta-fakta unik Rumah Gadang yang dirangkum berbagai sumber.

Memiliki atap seperti tanduk kerbau yang bermakna kemenangan. Konon, masyarakat Minangkabau terdahulu pernah menang lomba adu kerbau di Pulau Jawa.

Bentuk atap Rumah Gadang melengkung dan bangunannya seperti perahu agak tinggi. Ini berfungsi supaya terhindar dari ancaman hewan-hewan liar yang biasa masuk ke rumah.

Bangunan Rumah Gadang dirancang anti-gempa serta tahan guncangan. Sebab kawasan Minangkabau ini di dataran tinggi yang rawan gempa.

Keunikan lainnya yaitu tidak memakai paku, melainkan hanya mengandalkan pasak kayu. Karena paku hanya akan merusak dinding Rumah Gadang.

Jendela rumah adat suku Minang ini sengaja dibuat miring dan tidak lurus, supaya memudahkan sinar matahari masuk ke rumah dan pertukaran udara pun maksimal.

Itulah penjelasan rumah adat Minangkabau yang meliputi fungsi, jenis, dan keunikannya. Semoga bermanfaat!

 

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait