Prabowo juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, anggota Polri harus terus belajar dan menguasai teknologi, termasuk kecerdasan buatan, agar mampu menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang terus berkembang.
Dia turut meminta Polri memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, media, pelaku usaha, hingga seluruh elemen bangsa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menutup amanatnya, Presiden mengajak seluruh jajaran Polri terus melakukan pembenahan internal dengan menjunjung sikap rendah hati serta terbuka terhadap kritik dan masukan.
“Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” tuturnya.
Pada upacara tersebut, Presiden juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, Bintang Bhayangkara Nararya, serta Pangkat Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah personel dan purnawirawan Polri. Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan defile pasukan, atraksi personel, dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





