Salah satunya dilakukan melalui proyek peremajaan Revamping Ammonia Pabrik-2 yang rampung pada awal 2026. Proyek tersebut mampu menurunkan konsumsi gas hingga 4 MMBTU per ton amonia atau lebih dari 10 persen dibandingkan sebelumnya, sekaligus mengurangi emisi karbon sekitar 110 ribu ton CO2 per tahun.
Selain itu, Pupuk Kaltim juga membangun pabrik soda ash pertama di Indonesia yang memanfaatkan emisi CO2 sebagai bahan baku. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga 174 ribu ton CO2 per tahun ketika mulai beroperasi.
“Penerapan prinsip ESG bukan sekadar kepatuhan pada regulasi, melainkan bagian dari cara kami membangun bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan senantiasa selaras dengan kelestarian lingkungan dan upaya mendukung ketahanan pangan,” tutup Rafli. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





