Sabet Penghargaan Provinsi Terinovatif Pengembangan EBT, GM PLN Sumbar: Kami Siap Dukung

Predikat kategori ini diberikan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) RI dalam kegiatan Energy Transition Conference & Exhibition (ETCE) 2023 di Assembly Birawa, Hotel Bidakara Jakarta beberapa hari lalu.Predikat kategori ini diberikan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) RI dalam kegiatan Energy Transition Conference & Exhibition (ETCE) 2023 di Assembly Birawa, Hotel Bidakara Jakarta beberapa hari lalu. (Foto: PLN Sumbar/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Provinsi Sumatera Barat sabet predikat provinsi paling inovatif dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) tingkat nasional tahun 2023. Predikat kategori ini diberikan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) RI dalam kegiatan Energy Transition Conference & Exhibition (ETCE) 2023 di Assembly Birawa, Hotel Bidakara Jakarta beberapa hari lalu.

Bacaan Lainnya

Provinsi Sumbar ditetapkan oleh DEN sebagai Juara 3 yang berhak menerima penghargaan kategori ini, setelah Jawa Barat yang menduduki Juara 2 dan Provinsi Jawa Timur sebagai Juara 1. Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Hansastri, mewakili Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah hadir langsung menerima penghargaan.

Bukan kali pertama, sebelumnya di 2022, Provinsi Sumbar juga meraih penghargaan oleh DEN sebagai Juara 2 Pengimplementasian Perda tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (Perda RUED-P), khususnya untuk penggunaan EBT.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat mengaku turut bangga atas penghargaan yang diraih Sumatera Barat. Menurutnya, ini membuktikan keselarasan visi dan misi bidang ketenagalistrikan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan PLN.

‘’Pemerintah Sumatera Barat melalui Dinas ESDM sangat serius dalam mewujudkan program ketahanan energi di Indonesia, diantaranya dengan terus mendukung dan memperluas pengembangan pembangkit-pembangkit EBT. Menjadi kebanggaan bagi PLN sebagai perusahaan jasa ketenagalistrikan dapat terjun langsung dalam upaya serius pemerintah ini,’’ sampai Eric kemudian.

Ketahanan energi melalui pembangkit energi hijau atau EBT, lanjut Eric, pun sejalan dengan percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) di 2060. Maka dengan sinergi dan kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, pihak terkait, dan PLN, PLN optimis Sumbar dapat sukses merealisasikan NZE 2060.

Pasokan energi listrik di Sumatera Barat sendiri, sampai Eric, saat ini dipasok dari pembangkit-pembangkit PLN dengan daya mampu sebesar 787,45 MW dan beban puncak 642 MW. Masih ada cadangan daya pembangkit sebesar kira-kira 145,45 MW atau 22,66 persen.

‘’Pasokan daya yang cukup besar ini dapat digunakan untuk mendukung pembangunan atau pengembangan EBT di Sumatera Barat. Demi peningkatan pasokan listrik bersumber EBT dari Sumbar,’’ sampai Eric.

Total pasokan 787,45 MW tersebut diatas, jelas Eric, mayoritas bersumber dari pembangkit EBT, yaitu sebesar 50,26 persen dari total seluruh pasokan. Pembangkit energi hijau di Sumatera Barat terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMh), Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg).

‘’PLN memproduksi energi hijau atau EBT sebesar 399,77 MW setiap bulannya dari total 16 pembangkit EBT. PLTA memproduksi listrik EBT terbesar yaitu hingga 252, 91 MW. Pasokan ini dapat terus bertambah seiring dengan rencana pembangunan pemerintah,’’ jelas Eric kemudian.

‘’Semoga penghargaan ini dapat menjadi cambuk semangat untuk terus berkarya bagi pengembangan pemanfaatan energi hijau di Sumatera Barat. Demi langit biru Sumatera Barat dan demi mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060,’’ tegas Eric mengakhiri. (000/UID-Sumbar)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait