PARIAMAN (SumbarFokus)
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Sumatera melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir di Kota Pariaman, Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai rencana.
Wakil II Pos Komando Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kesuma mengatakan, pihaknya ingin memastikan seluruh usulan rehabilitasi yang telah diajukan Pemko Pariaman melalui Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) dapat segera ditindaklanjuti.
“Kita ingin memastikan infrastruktur apa saja yang belum diperbaiki, yang telah dilaporkan melalui Renduk PRRP yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Pariaman ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, tim mengunjungi rumah relokasi percontohan Sepablock di Desa Sintuak, rumah warga terdampak di Desa Punggung Ladiang, SDN 01 Balai Naras, SMPN 7 Pariaman, serta jembatan gantung di Desa Rambai dan Desa Kampung Apar yang dinilai membutuhkan penanganan segera.
Tamimi menyebut pembangunan rumah menggunakan teknologi Sepablock telah mulai diterapkan dan diharapkan menjadi contoh bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni akibat bencana.
“Alhamdulillah, sudah ada yang membangun kembali rumahnya dengan menggunakan Sepablock. Ini diharapkan menjadi rumah relokasi percontohan yang dapat diikuti oleh masyarakat,” katanya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





