“Tetap saja Gubernur keterlaluan. Pastikan apa setelah warning BMKG berangkat ke Korea-nya atau sebelum. Kalau setelah BMKG rilis peringatan cuaca ekstrem, Gubernur terbang ke Korea, waduh itu sama pemimpin meninggalkan rakyatnya. Tidak ada arti kalau kunjungan itu dipersingkat ya,” ujar Almudazir, di Padang, Senin (15/12/2025).
Pantauan pada laman resmi Facebook Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menunjukkan gubernur berada di lokasi bencana beberapa hari setelah kejadian. Gubernur terlihat mengenakan jas hujan saat meninjau kawasan terdampak longsor pada Jumat atau Sabtu, setelah bencana yang terjadi pada Rabu (26/11/2025).
Setelah masa tanggap darurat pertama berakhir, pemerintah provinsi kembali menetapkan status tanggap darurat lanjutan. SK tanggap darurat kedua tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.
Perbedaan penandatanganan SK tanggap darurat ini memunculkan diskusi di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menilai perlunya kejelasan dan keterbukaan informasi terkait kehadiran kepala daerah saat bencana terjadi.
Almudazir kembali menegaskan harapannya.
“Kalau betul, semoga saya salah ya, mestinya selaku pimpinan daerah dan umat, Gubernur Sumbar batalkan kunjungan ke luar negeri itu,” ujarnya. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






