Selain pembangunan jalan, Pemprov Sumbar juga mengalokasikan sekitar Rp2,9 miliar untuk rehabilitasi infrastruktur irigasi, meliputi rehabilitasi Irigasi Bandar Bangko, rehabilitasi jaringan irigasi Bandar Bangko, serta rehabilitasi jaringan irigasi Sawah Padang guna mendukung produktivitas sektor pertanian masyarakat.
“Kemudian juga ada sejumlah program lainnya. Secara akumulasi total anggaran keseluruhannya mencapai 7,4 miliar,”ungkap Arry
Terkait arah pembangunan tahun 2027, Arry menyampaikan Pemprov Sumbar telah menetapkan tema pembangunan “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial dan Ketahanan Pangan” yang akan diwujudkan melalui berbagai fokus pembangunan, di antaranya peningkatan produktivitas pertanian, transformasi ekonomi desa berbasis koperasi dan BUMNag, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, peningkatan akses layanan dasar, pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Sementara, Bupati Solok Selatan Khairunas menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pembangunan daerahnya. Ia berharap pembangunan ruas Jalan Abai–Sangir–Sungai Dareh dapat terus menjadi prioritas karena memiliki peran strategis dalam membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan Jalan Abai–Sungai Dareh dapat terus dilanjutkan. Jika belum memungkinkan diselesaikan pada tahun 2026, kami berharap dapat kembali menjadi prioritas pada tahun 2027. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah,” ujar Khairunas.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





