Dia juga menilai Perguruan Thawalib sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki kontribusi besar dalam melahirkan ulama, cendekiawan, dan tokoh bangsa yang berperan dalam pembangunan umat dan negara.
Salah satu poin penting dalam kerja sama tersebut adalah program beasiswa bagi santri Perguruan Thawalib yang berasal dari Kota Padang Panjang. Program itu diharapkan dapat membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda.
“Kami mendapat informasi bahwa kerja sama ini juga mencakup pemberian beasiswa bagi santri asal Padang Panjang yang menempuh pendidikan di Perguruan Thawalib. Ini merupakan program yang sangat baik dan patut didukung bersama,” katanya.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda yang dapat mengenyam pendidikan di Perguruan Thawalib dan kelak menjadi ulama, cendekiawan, mubaligh, maupun pemimpin umat yang melanjutkan perjuangan para pendahulu.
Pada kesempatan yang sama, Baznas juga meluncurkan Program Kotak Amal Baznas di lingkungan Perguruan Thawalib. Program ini diharapkan menjadi sarana menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian sosial di kalangan santri serta seluruh warga perguruan.
“Program ini bukan sekadar media pengumpulan dana sosial keagamaan, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai keikhlasan, solidaritas, dan semangat gotong royong sejak dini,” tambah Hendri.
Sementara, Ketua Baznas Kota Padang Panjang Novi Hendri, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan DSKL guna mendukung dunia pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





