Digitalisasi Daerah, Ini Upaya BI Sumbar dan Pemprov untuk Percepatan dan Perluasan

Gubernur Sumbar Mahyeldi (kiri) dan Kepala BI Sumbar Endang Kurnia Saputra (kanan), saat diwawancara wartawan usai HLM TP2DD se-Sumbar, Kamis (21/3/2024). (Foto: YEYEN/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Bank Indonesia (BI) komit mendorong optimalisasi pengembangan dan perluasan transaksi elektronifikasi pemerintah daerah. Seperti dikemukakan saat High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sumatera Barat (Sumbar), yang digelar oleh Kantor Perwakilan BI Sumbar, baru-baru ini, bahwa BI memberi dukungan penuh terhadap berbagai upaya TP2DD dalam meningkatkan penggunaan kanal pembayaran non tunai di setiap Pemda di Provinsi Sumbar.

Bacaan Lainnya

“Transaksi yang diminta oleh pemerintah pusat untuk Pemda harus elektronik. Misal bayar pajak, kalau bisa lewat ATM, atau harus bisa dilakukan melalui aplikasi di mobile. Jadi kita, BI dan Pemprov Sumbar, siap untuk mengasistensi semua,” sebut Kepala BI Sumbar Endang Kurnia Saputra, yang saat itu berdampingan dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi, di sela kegiatan HLM TP2DD se-Sumbar, di kantor BI Sumbar.

Endang menegaskan, pihaknya juga siap menyokong peningkatan transaksi melalui kartu kredit Pemda. Hal ini juga demi percepatan dan perluasan digitalisasi di Sumbar. BI juga siap meningkatkan transaksi pemerintah yang dilakukan kartu kredit Pemda.

“Daerah-daerah yang masih transaksi tunai kendalanya apa. Daerah apa saja. Itu kita coba mencari tahu,” sebut Endang.

Mengenai kendala, kondisi yang menunjukkan masih banyak pemda yang melakukan transaksi tunai, Endang menyebut, hal itu bisa jadi berkaitan dengan daerah tersebut belum terjangkau oleh akses sinyal, dan sebagainya.

“Terutama daerah yang 3T. Seperti Kepulauan Mentawai, agak susah dilakukan secara elektronik transaksinya. Pemerintahnya sangat semangat. Tapi kondisinya begitu,” Endang mencontohkan.

Sementara, Gubernur Sumbar Mahyeldi, dalam kesempatan itu, mengakui, melalui HLM yang digelar BI ini, sedikit banyak hambatan-hambatan digitalisasi Pemda dalam bertransaksi terpetakan.

“Dari presentasi yang disampaikan oleh Pak Kepala BI, kita akan melakukan langkah-langkah. Bahkan, Kabupaten/Kota tadi meminta bagaimana ada kunjungan ke daerah, artinya ini satu langkah maju untuk kita, sehingga ke depan, teman-teman di daerah tahu permasalahan yang ada, sehingga bisa dilakukan langkah konkret utk melengkapi itu, termasuk sarana prasarana, SDM, bisa disinergikan antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota,” ujar Gubernur. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait