Mahyeldi menegaskan, perjuangan Gilang juga menjadi bagian dari kebanggaan Sumbar karena atlet tersebut merupakan salah satu hasil pembinaan olahraga daerah. Dia berharap keberhasilan Gilang dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Sumbar lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan berani memasang target hingga tingkat internasional.
“Semoga Gilang bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional dan tentu saja membawa nama Sumatera Barat di tingkat Asia,” harap Mahyeldi.
Lebih jauh, Mahyeldi mengatakan keberhasilan pembinaan PPLP tidak hanya terlihat pada cabang olahraga gulat. Sejumlah cabang olahraga lainnya, seperti sepak bola dan sepak takraw, juga telah melahirkan atlet-atlet berprestasi. Karena itu, Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pembinaan agar potensi atlet daerah dapat dikembangkan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Mahyeldi juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar mengkaji pengembangan kawasan Main Stadium yang memiliki lahan sekitar 40 hektare sebagai pusat pembinaan olahraga terpadu. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ekosistem olahraga yang mengintegrasikan pendidikan, latihan, fasilitas olahraga, dan pembinaan prestasi.
“Mudah-mudahan Main Stadium dan kawasannya bisa kita jadikan pusat pembinaan olahraga melalui PPLP. Konsepnya bisa kita kembangkan seperti Sekolah Garuda ataupun Sekolah Rakyat yang menjadi perhatian Presiden,” katanya.
Sementara, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengatakan, keberangkatan Gilang ke Asian Games menunjukkan bahwa prestasi atlet Sumbar terus mengalami peningkatan. Gilang sebelumnya telah mencatatkan prestasi di tingkat nasional dan Asia Tenggara sebelum akhirnya dipercaya tampil di ajang olahraga terbesar di kawasan Asia tersebut.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





