Hj. Nevi Zuairina Hadir Pada Seminar Bundo Kandung Perantau Minang Diaspora di Tanah Datar

Hj. Nevi Zuairina. (Foto: Dok. Pribadi/SumbarFokus.com)

TANAH DATAR (SumbarFokus)

Pertemuan Diaspora Perantau Minang dan Bundo Kanduang Minang se-Dunia dengan tema “Peranan dan Sumbangan Padusi Minangkabau di Ranah dan di Rantau Terhadap Sumatera Barat” dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Hj. Nevi Zuairina, anggota DPR RI dari Komisi VI, Daerah Pemilihan Sumatera Barat II.

Bacaan Lainnya

Dalam suasana yang penuh kebersamaan, pertemuan ini bertujuan untuk menggali peran dan sumbangan perempuan Minangkabau dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama di tengah perubahan zaman.

Nevi, dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif pertemuan diaspora ini sebagai wadah penting untuk memperkuat identitas dan kebersamaan perantau Minang di seluruh dunia. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai adat dan agama yang kuat merupakan pondasi utama dalam menjaga keutuhan masyarakat Minangkabau, baik di ranah maupun di rantau.

Pertemuan ini juga menyoroti peran istimewa yang dimiliki perempuan Minangkabau, terutama yang disimbolkan oleh Bundo Kanduang.

Nevi menyoroti keistimewaan perempuan Minangkabau dalam menjaga rumah gadang, harta pusaka, dan menjadi lambang bagi kaumnya. Ia menekankan bahwa perempuan Minangkabau bukan sembarangan, melainkan memiliki kedudukan tinggi dengan tanggung jawab besar dalam memelihara adat dan budaya.

Selain itu, Nevi membahas tantangan yang dihadapi oleh perempuan Minangkabau dalam menghadapi kemajuan zaman dan arus globalisasi. Dalam konteks ini, peran bundo kanduang sebagai penjaga adat dan budaya menjadi semakin penting. Anggota DPR RI tersebut mengajak para hadirin untuk bersama-sama mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama, khususnya dalam pembinaan generasi muda Minang.

Dalam mengakhiri pidatonya, Nevi Zuairina menyoroti kontribusi perempuan Minangkabau dalam berbagai sektor, termasuk politik, pengusaha, seni budaya, dan lain sebagainya. Ia mengajak perempuan Minangkabau untuk terus meningkatkan kapasitas dan mengambil peran strategis di berbagai bidang, tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu di keluarga.

Pertemuan Diaspora Perantau Minang dan Bundo Kanduang Minang se-Dunia menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan menjaga warisan budaya Minangkabau. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan peran perempuan Minangkabau, terutama bundo kanduang, dapat terus memberikan sumbangan positif dalam membangun Sumatera Barat yang berbudaya, bermoral, dan berwibawa.

“Semoga kesan dan pesan dari pertemuan ini dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Minangkabau dan Indonesia pada umumnya. Pertemuan ini juga semoga menjadi inspirasi bagi Generasi masa depan agar terus teguh memegang prinsip adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah. Dan tercipta tatanan kehidupan masyarakat minangkabau yang beradat, bermoral, berwibawa, dan terhormat,” tutup Nevi. (000/ril)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait