Mengenal Gejala dan Jenis Kecemasan

Mengenal gejala dan jenis kecemasan. (Foto: MUHAMMAD SHIDDIQ PUTRA/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Kecemasan atau anxiety merupakan perasaan khawatir atau ketakutan yang berlebihan terhadap situasi tertentu. Kondisi ini bisa memengaruhi pikiran, tubuh, dan perilaku seseorang.

Bacaan Lainnya

Gejala kecemasan bisa bervariasi dari satu individu ke individu lainnya, tetapi beberapa gejala umum yang sering terjadi adalah:

1. Ketakutan berlebihan
2. Detak jantung cepat
3. Sulit tidur
4. Gemetar
5. Sulit konsentrasi
6. Keringat berlebih
7. Tubuh terasa lemah
8. Gugup, gelisah, dan tegang

Berikut ini adalah jenis-jenis gangguan kecemasan beserta gejalanya:

1. Gangguan Kecemasan Umum (generalized anxiety disorder)

Kondisi di mana seseorang mengalami kekhawatiran atau ketakutan yang berlebihan terhadap berbagai hal, termasuk pekerjaan, kesehatan, dan interaksi sosial sehari-hari.

Kecemasan ini bisa berlangsung setiap hari selama lebih dari 6 bulan, mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, gejala yang mungkin muncul meliputi kelelahan, tegang, mual, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, sesak napas, dan kesulitan tidur.

2. Fobia

Fobia adalah jenis gangguan kecemasan yang menyebabkan penderitanya memiliki ketakutan yang berlebihan dan irasional terhadap objek, hewan, atau situasi tertentu. Orang dengan fobia dapat mengalami serangan panik atau rasa takut yang sangat kuat saat berhadapan dengan pemicu fobia mereka, seperti laba-laba, darah, keramaian, tempat gelap, ketinggian, atau ruangan tertutup.

3. Gangguan Kecemasan Sosial

Penderita gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial merasakan ketakutan yang berlebihan terhadap situasi sosial atau interaksi dengan orang lain. Mereka merasa terus-menerus diawasi dan dinilai, serta mengalami rasa takut atau malu yang berlebihan saat berada di keramaian. Akibatnya, mereka cenderung menghindari situasi yang memaksa mereka berinteraksi dengan banyak orang.

4. PTSD (post-traumatic stres disorder)

Gangguan stres pascatrauma atau PTSD bisa terjadi setelah mengalami kejadian traumatis atau situasi berbahaya. Contohnya, terlibat dalam konflik, bencana alam, atau menjadi korban kekerasan. Penderitanya sulit melupakan pengalaman traumatis, sering mengalami mimpi buruk, dan merasa bersalah serta sulit berinteraksi dengan orang lain.

5. Gangguan Panik

Penderita gangguan panik dapat merasa takut atau panik tanpa alasan yang jelas. Anxiety dan serangan panik bisa muncul tiba-tiba dan kapan saja. Gejala yang biasanya muncul termasuk jantung berdebar, keringat dingin, pusing, sesak napas, gemetar, dan tubuh terasa lemas.

Karena tidak dapat memprediksi kapan serangan akan terjadi, penderita sering menghindari situasi sosial untuk menghindari serangan panik di tempat umum.

6. Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Orang yang mengalami gangguan OCD cenderung melakukan tindakan berulang-ulang untuk meredakan kecemasan yang timbul dari pikirannya sendiri, seperti mencuci tangan berulang kali karena merasa tangan masih kotor. Gangguan ini sulit dikendalikan, kronis, bisa kambuh sewaktu-waktu, dan mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
(BBS/Magang/Halwa)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait