Musda Terpadu ke-12, Adrimas Kembali Pimpin Muhammadiyah Sawahlunto

Sawahlunto
Musyawarah Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiah ke-12 Kota Sawahlunto di Gedung DPRD setempat, (12/3/2023). (Foto: RIKI YUHERMAN)

SAWAHLUNTO (SumbarFokus)

Adrimas kembali terpilih sebagai ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sawahlunto masa bakti 2022 – 2027 melalui Musyawarah Daerah (Musda) Terpadu ke-12, Minggu (12/3/2023), di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Sebelumnya sudah terpilih sembilan orang PDM dalam musyawarah pimpinan, yakni Anjdrimas, Afdal, Akmaludin, Andrio AN, Asrul, Famil Umri, Irwan, M Katik Mangkuto, dan Robi Papilaya, yang kemudian melakukan rapat pleno penentuan ketua PDM.

Bacaan Lainnya
KPU Provinsi Sumatera Barat

Kepada SumbarFokus.com, Sekretaris Panitia Pemilihan Musyda, Rony Yandri, mengungkapkan, dari sembilan calon PDM terdapat dua calon PDM yang mengundurkan diri karena harus tunduk pada ART pasal 15, yakni Affal dan Andrio AN, yang kemudian digantikan oleh Yulson dan Rony Yandri.

“Karena mereka berdua tergabung sebagai pengurus partai politik, dan sesuai ART di Muhammadiyah, mereka harus berlapang dada untuk mundur sebagai calon PDM,” ujar Rony.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, DR. Bakhtiar mengatakan, Musda terpadu Muhammadiyah dan Aisyiah Sawahlunto berbeda dengan daerah lain, Musda dihadiri langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto beserta Ketua DPRD.

“Dengan dukungan ini, tentu Muhammadiyah dan Aisyiah diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menciptakan civil society melalui Islam berkemajuan, utamanya melalui pengembangan dan peningkatan serta kualitas pendidikan agama yang telah menjadi salah satu bagian penting ditubuh Muhammadiyah dan Aisiyah,” ujarnya.

Terkait mekanisme calon PDM, Bakhtiar menerangkan, sesuai ART pasal15 huruf (g) dinyatakan calon pimpinan tidak rangkap jabatan dengan pimpinan organisasi dan pimoinan organisasi yang amal usahanya sama dengan Muhammadiyah. Jika terjadi dan memaksakan menvalonkan diri, maka keputusan akan diserahkan ke DPP Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, ini tidak terjadi di Sawahlunto, katena tokoh yang masuk dalam PDM berbesar hati untuk mundur dan mereka sangat paham dengan aturan,” ujarnya.

Sebelumnya, ajang Musda Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiah Kota Sawahlunto ke 12 itu terungkap bahwa Wali Kota Sawahlunto Deri Asta,
terlahir dari keluarga pengurus Muhammadiyah. Dia menilai, Muhammadiyah merupakan organisasi yang fleksibel, menyesuaikan perkembangan zaman, dan tetap kokoh dengan akidah islamiyah.

“Saya bersama Wawako Zohirin Sayuti, yang merupakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah terdahulu, banyak terbantu oleh organisasi ini,” ujarnya.

Deri Asta juga mengimbau, agar Muhammadiyah dan Aisyiah mendukung serta mensukseskan program pemerintah, salah satunya penanganan masalah stunting sekaligus mengajak warga Muhammadiyah turut serta mencegahnya.

“Kita punya tugas menyiapkan generasi kuat dan cerdas, Alhamdulillah angka stunting kita di bawah 13,7,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Sawahlunto Eka Wahyu mengimbau jajaran Aisyiah menjaga ketahanan keluarga, seperti dengan cara memberikan pelayanan terbaik kepada suami, memberikan ASI kepada anak, dan meningkatkan pendidikan agama kepada mereka.

“Sebagai organisasi keagamaan sekaligus kemasyarajatan, Muhammadiyah dan Aisyiah telah menunjukkan komitmen tinggi dalam rangka membangun pilar keagamaan yang kokoh di masyarakat,” ungkapnya.

Adapun pengurus Aisiyah terpilih, Ketua Yusmaini, Sekretaris Yurmaini, dan Bendahara Rita Poniman.(205)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait