PADANG (SumbarFokus)
Pemulihan ekonomi pascabencana dinilai tidak cukup dilakukan melalui bantuan jangka pendek.
Akademisi Universitas Negeri Padang, Prof. Asmar Yulastri menegaskan perlunya penyusunan roadmap terpadu yang berbasis data dan berorientasi jangka panjang.
Menurut dia, kondisi ekonomi masyarakat terdampak bencana kerap memburuk akibat hilangnya sumber pendapatan serta melemahnya aktivitas usaha lokal.
“Pemerintah perlu menyusun peta jalan pemulihan ekonomi pascabencana berbasis data dampak. Ini penting sekali,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pemetaan tersebut harus menjadi dasar dalam merancang kebijakan ekonomi jangka pendek hingga panjang.
Dalam skema tersebut, penguatan UMKM dan ekonomi berbasis komunitas menjadi strategi utama.
Pemerintah daerah didorong menyediakan akses permodalan, pendampingan usaha, serta memperkuat lembaga ekonomi lokal seperti koperasi.
Selain itu, dia menekankan pentingnya integrasi program padat karya dengan kewirausahaan sosial.
“Tujuan kewirausahaan sosial ini tidak hanya benefit saja, tetapi juga menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya.
Pada aspek tata kelola, Prof. Asmar menyoroti perlunya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Menurutnya, selama ini banyak program berjalan sendiri sehingga dampaknya tidak maksimal.
Dia juga menegaskan pentingnya monitoring dan evaluasi dalam setiap program pemulihan ekonomi.
“Modal itu tidak kita berikan begitu saja, tetapi harus dimonitor dan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






