PASAMAN BARAT (SumbarFokus)
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat edukasi kependudukan bagi generasi muda melalui Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026. Program tersebut bertujuan mengintegrasikan isu kependudukan dan keluarga berencana ke dalam pembelajaran di sekolah tanpa menambah mata pelajaran baru.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pasaman Barat itu berlangsung di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (26/10/2026).
Sosialisasi dibuka oleh Bupati Pasaman Barat yang diwakili Asisten III, Harlina Syahputri, serta menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Sumatera Barat dan tim kerja pengendalian penduduk.
Harlina Syahputri menyampaikan bahwa pembangunan kependudukan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
“Penduduk bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga modal dasar sekaligus subjek utama yang menentukan keberhasilan pembangunan. Karena itu, pembangunan tidak cukup berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Dia menegaskan, generasi muda, khususnya remaja, memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Pasaman Barat sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Untuk memanfaatkan bonus demografi, diperlukan persiapan melalui pendidikan berkualitas, peningkatan kesehatan, pembentukan karakter, dan pengembangan keterampilan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





