Cara Penulisan “di” yang Sesuai Kaidah, Kapan Dipisah atau Disambung

Penjelasan cara penulisan “di”
Berbeda dengan kata "di" sebagai sebagai kata depan yang ditulis terpisah, kata "di" sebagai awalan harus ditulis tersambung dengan kata yang mengikutinya. (Foto: Pin/sumbarfokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Berbeda dengan kata “di” sebagai sebagai kata depan yang ditulis terpisah, kata “di” sebagai awalan harus ditulis tersambung dengan kata yang mengikutinya.

Bacaan Lainnya

Cara Menulis Kata Di yang Benar

Penjelasan cara penulisan “di” dalam Ejaan yang Disempurnakan, ada dua macam cara menulis kata di yang benar, yaitu sebagai kata depan dan sebagai awalan. Lebih lanjut, simak penjelasan cara penulisan “di” yang sesuai kaidah berikut ini.

  1. Kata di sebagai kata depan

Setiap kata yang memiliki fungsi sebagai kata depan harus ditulis secara terpisah dengan kata yang mengikutinya. Kata di sebagai kata depan dapat ditulis secara terpisah apabila digunakan di depan kata benda yang menyatakan tempat, nama, waktu, dan lokasi.

Selain itu, dalam beberapa penggunaan, kata depan biasanya juga dapat diganti dengan kata dari. Sebagai contoh, penulisan kata “di sini” bisa diubah menjadi “dari sini”. Namun, penulisan kata di sebagai kata depan tidak dapat dilakukan pengubahan menjadi kata kerja aktif dengan menambahkan imbuhan me-. Misalnya, penulisan kata “di sana” tidak bisa dilakukan pengubahan menjadi “me sana”.

Contoh:

Ibu telah pulang dari rumah nenek di Bandung.

Acara perpisahan akan diadakan di Bumi Perkemahan Cianjur

Di mana Nabila menginap selama Lebaran?

Penyanyi itu membatalkan konsernya di Jakarta.

Tiara rutin olahraga bersama sahabatnya di pagi hari.

  1. Kata di sebagai awalan

Berbeda dengan kata “di” sebagai sebagai kata depan yang ditulis terpisah, kata “di” sebagai awalan harus ditulis tersambung dengan kata yang mengikutinya. Penulisan kata di sebagai awalan ini bisa digunakan apabila diikuti oleh kata kerja pasif.

Berikut ini adalah dua hal yang perlu diperhatikan pada saat menulis kata di yang disambung, antara lain yaitu:

1) Menunjukkan peranannya sebagai imbuhan

2) Penulisan di yang dilengkapi dengan kata kerja pasif. Kata kerja pasif sendiri biasanya bisa dilakukan pengubahan menjadi kata kerja aktif dengan cara menambahkan imbuhan ‘me’.

di + kata kerja pasif = digabung

Sebagai kata yang mendapatkan penambahan awalan, maka kata kerja pasif dapat dilakukan pengubahan menjadi kata kerja aktif dengan menambahkan imbuhan me-. Misalnya, kata “dibuka” dapat diubah menjadi “membuka”.

Contoh:

Pidato Hari Kemerdekaan Indonesia dibaca oleh Presiden Joko Widodo.

Setiap pulang sekolah Rani dijemput oleh ayahnya.

Diana sering dipuji karena selalu juara satu di kelasnya.

Dilarang membuang sampah di wilayah ini.

Jenazah akan dimakamkan segera.

Salah satu contoh sederhana dari penggunaan kalimat pasif menjadi kalimat aktif, yakni kata ditulis bisa dilakukan pengubahan menjadi menulis.

Contoh Cara Menulis Kata di

Setelah memahami cara menulis kata di yang baik dan benar, dari yang dipisah dan juga disambung. Pada bagian ini, akan disajikan beberapa contoh penggunaan kata di agar kamu dapat lebih menguasai cara penulisan kata di sesuai kaidah bahasa Indonesia.

  1. Contoh Menulis Kata Di yang Terpisah

Nah, contoh menulis kata di yang dipisah antara lain, sebagai berikut:

Contoh 1:

Salah: Diluar rumah banyak sekali kebun sayur yang siap untuk ditanam

Benar: Di luar rumah banyak sekali kebun sayur yang siap untuk ditanam

Contoh 2:

Salah: Ayuk menyimpan mainan boneka kesayangannya dilemari kamarnya

Benar: Ayuk menyimpan mainan boneka kesayangannya di lemari kamarnya

Contoh 3:

Salah: Andi mengatur janji disore hari bertemu dengan calon pembeli

Benar: Andi mengatur janji di sore hari bertemu dengan calon pembeli

Berdasarkan beberapa contoh penulisan kata di tersebut, ada beberapa kesalahan yang umum terjadi dan dilakukan oleh banyak orang. Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan penggunaan kata di sebagai kata depan yang seharusnya dipisah, tetapi malah ditulis dengan disambung.

Di pasar; bukan dipasar

Di gedung; bukan digedung

Di terminal; bukan diterminal

Di perempatan; bukan diperempatan

  1. Contoh Cara Menulis Kata di yang Disambung

Apabila pada contoh sebelumnya kata di ditulis terpisah, pada bagian ini penggunaan kata di dapat ditulis dengan disambung.

Contoh 1:

Salah: Karena bus angkot mogok akhirnya penumpang di oper bus lain

Benar: Karena bus angkot mogok akhirnya penumpang dioper bus lain

Contoh 2:

Salah: Akibat tanah longsong jalan menuju rumah di alihkan

Benar: Akibat tanah longsor jalan menuju rumah dialihkan

Contoh 3:

Salah: Akibat mengganggu anak ayam, Riko di kejar lari sampai tunggang langgang ketakutan

Benar: Akibat mengganggu anak ayam, Riko dikejar lari sampai tunggang langgang ketakutan

Dalam menulis kata di yang digabung, masih ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh banyak orang. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan kata di sebagai awalan yang harus digabung dengan kata berikutnya, di antaranya yaitu:

ditulis; bukan di tulis

dibeli; bukan di beli

ditempati; bukan di tempati

didatangi; bukan di datangi

dicintai; bukan di cintai

ditambah; bukan di tambah

dialihkan; bukan di alihkan

dikemanakan; bukan di kemanakan

 

diajar; bukan di ajar

dihajar; bukan di hajar

dikejar; bukan di kejar

dibuat; bukan di buat

disampingi; bukan di sampingi

disampingkan; bukan di sampingkan

diminta; bukan di minta

dikasih; bukan di kasih

 

dikesampingkan; bukan di kesampingkan

dikambinghitamkan; bukan dikambing hitamkan

 

dipakai; bukan di pakai

disewa; bukan di sewa

disuap; bukan di suap

diintip; bukan di intip

dioper; bukan di oper

disambung; bukan di sambung

Itulah penjelasan cara penulisan “di” yang sesuai kaidah. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait