“Kurang dari 17 tahun setelah pemuda Indonesia menyatakan bersatu melalui ikrar Sumpah Pemuda, kemerdekaan bisa kita raih. Itu menunjukkan betapa kuatnya bangsa ini jika kita bersatu,” ujar Mahyeldi.
Dia mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan, melainkan menjadikannya sebagai kekuatan untuk membangun kerja sama dan senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa narkoba, provokasi dan upaya mengadu domba berpotensi melemahkan persatuan bangsa. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan dari berbagai ancaman tersebut.
“Narkoba dan adu domba sama-sama berbahaya untuk bangsa dan generasi muda. Karena itu, mari kita jaga dan rawat persatuan,” katanya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 itu turut diwarnai keberagaman budaya melalui penggunaan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar. Kegiatan juga dimeriahkan penampilan variasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) oleh siswa SMA Negeri 13 Padang serta yel-yel dari SMA Praja Nusantara, yang mencerminkan semangat kedisiplinan, kebersamaan, dan nasionalisme di kalangan generasi muda. (000/adpsb)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





