PT DSI Dinilai Bisa Perkuat Harga Sawit Petani dan Tutup Kebocoran Devisa Negara

Ilustrasi. (Foto: TIM/SumbarFokus.com)

JAKARTA (SumbarFokus)

Kebijakan pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai pengelola ekspor komoditas strategis dinilai memiliki landasan kuat dalam memperbaiki tata kelola perdagangan nasional sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.

Pengamat ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, menilai sentralisasi ekspor crude palm oil (CPO) dan batu bara melalui PT DSI bukan sekadar kebijakan bisnis, tetapi juga langkah strategis negara untuk melindungi petani dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Menurut Ronny, selama ini struktur pasar sawit rakyat cenderung tidak seimbang karena petani swadaya berhadapan dengan segelintir pembeli besar atau trader yang memiliki kendali harga di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Selama ini posisi tawar petani sawit sangat lemah karena struktur pasarnya cenderung oligopsoni. Banyak trader memanfaatkan kondisi itu untuk menekan harga beli di tingkat petani,” katanya baru-baru ini.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui PT DSI ingin menghadirkan mekanisme penyangga harga yang lebih adil dengan memperkuat kontrol rantai pasok hingga ke tingkat hulu.

Menurutnya, ketika negara masuk sebagai pengelola utama ekspor, ruang permainan harga oleh trader spekulatif akan semakin sempit sehingga keuntungan perdagangan dapat lebih banyak dirasakan petani rakyat.

“Ketika rantai pasok ditarik ke hulu melalui kepastian serapan satu pintu, ruang gerak trader yang mempermainkan harga otomatis menyempit,” ujarnya.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait