Menurut dia, literasi bukan sekadar kemampuan memahami istilah atau produk keuangan. Literasi juga berarti kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan secara bijak di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
Dia mengapresiasi OJK atas terselenggaranya kegiatan Digital Financial Literacy tersebut. Firmansyah berharap forum tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi mampu melahirkan generasi muda Batam yang cakap secara digital, matang secara finansial, serta mampu mengambil bagian dalam ekonomi masa depan.
“Batam tidak cukup hanya menjadi kota yang cepat mengikuti perkembangan teknologi. Batam harus mampu melahirkan generasi muda yang menciptakan inovasi, membuka peluang, dan mengambil peran dalam menentukan arah ekonomi digital,” ujarnya. (000/PemkoBatam)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





