Selewengkan BBM Subsidi, Warga Kampung Baru Pasbar Ditangkap

Personel Polsek Ranah Batahan, saat menghadang kendaraan pengangkut BBM subsidi jenis solar di Jalan Lintas Jorong Taming, Nagari Ranah Bataha Barat, Sabtu (6/1/2024). (Foto: Polsek Ranah Batahan/sumbarfokus.com)

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Kepolisian Sektor Ranah Batahan Resor Pasaman Barat meringkus pelaku penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, Sabtu (6/1/2023), sekitar pukul 06.00 WIB pagi.

Bacaan Lainnya

Pelaku diketahui berinisial HD (50), warga Jorong Kampung Baru Nagari Batahan Barat, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).

“Penangkapan terhadap pelaku berawal adanya informasi masyarakat, terkait penyelewengan BBM subsidi dalam jumlah besar,” kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki, melalui Kapolsek Ranah Batahan AKP Yuliarman.

Dikatakan, berdasarkan laporan tersebut, personel Unit Reskrim Polsek Ranah Batahan langsung bergerak cepat untuk melakukan pengintaian dan penyelidikan. Menurut informasi yang diperoleh, pelaku menggunakan kendaraan roda empat jenis pick up membawa BBM bersubsidi jenis solar dari Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menuju Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut).

“Petugas berhasil menghadang kendaraan roda empat merk Mitsubishi L300 berjenis Pick Up warna hitam dengan Nomor Polisi BA 8309 EN, yang saat itu sedang melintas di Jalan Lintas Jorong Taming Nagari Batahan Barat, Kecamatan Ranah Batahan yang diduga mengangkut BBM bersubsidi jenis solar,” ucapnya.

Diterangkan, setelah mengamankan kendaraaan Mitsubishi L300 dan pelaku, petugas menemukan adanya BBM bersubsidi jenis solar sebanyak 13 jerigen. Selain itu, mobil yang digunakan oleh pelaku juga memakai tangki yang telah dimodifikasi terpasang pada bak mobil milik pelaku.

“Berdasarkan interogasi awal terhadap pelaku, mobil yang dilengkapi tangki siluman ini, membawa BBM bersubsidi jenis solar sebanyak 900 liter, dan pelaku sengaja memodifikasi untuk mengelabui aparat Kepolisian,” terangnya.

Dijelaskan, pelaku mendapat 900 liter BBM bersubsidi jenis solar dari SPBU Pertamina yang berada di Jorong Kampung Baru, Nagari Batahan Barat, Kecamatan Ranah Batahan.

Pengakuan dari pelaku, BBM subsidi jenis solar adalah pesanan seseorang yang akan diangkut ke Kabupaten Mandailing, Provinsi Sumatera Utara.

“Soal keterlibatan oknum petugas SPBU terkait kasus penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar ini, masih dalam tahapan penyelidikan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 22/2001 tentang minyak dan gas bumi yang telah diubah ketentuannya pada Pasal 40 angka 9 dalam Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 6/2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja menjadi Undang-undang.

“Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan atau liquefied petroleum gas yang disubsidi dan/atau penyediaan dan pendistribusiannya dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar,” pungkasnya.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Ranah Batahan guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut. (018)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait