PADANG (SumbarFokus)
Pengamat politik Universitas Negeri Padang (UNP) Eka Vidya Putra menilai kasus dugaan korupsi yang menjerat kader Partai Demokrat Sumatera Barat, Beny Saswin Nasrun (BSN), menjadi ujian bagi partai tersebut dalam menjaga komitmen terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan disiplin internal.
Dosen Sosiologi UNP itu mengatakan ketegasan partai terhadap kader yang terbukti bersalah berdasarkan putusan hukum berkekuatan tetap sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
βIni menjadi ujian bagi Partai Demokrat untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa komitmen antikorupsi bukan sekadar slogan. Jika ada kader yang terbukti bersalah berdasarkan putusan hukum yang berkekuatan tetap, maka partai harus bertindak tegas tanpa melihat status maupun jabatannya,β ujarnya saat diwawancarai melalui telepon, Jumat (19/6/2026).
Menurut Eka, langkah tegas tersebut akan menjadi modal penting bagi partai dalam menjaga citra dan kepercayaan masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Ia menilai persoalan yang dihadapi Demokrat Sumbar saat ini bukan hanya berkaitan dengan proses hukum, tetapi juga menyangkut pengelolaan opini publik di tengah era keterbukaan informasi.
βYang terjadi saat ini bukan hanya proses hukum, tetapi juga perang wacana. Partai harus mampu mengelola komunikasi politik dengan baik. Sikap tegas terhadap kader yang bermasalah serta keterbukaan kepada publik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat,β katanya.
Eka menambahkan, cara Partai Demokrat menyikapi kasus yang melibatkan kadernya di Sumatera Barat akan menjadi perhatian publik dan berpotensi memengaruhi persepsi pemilih pada kontestasi politik mendatang.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





