Dalam talkshow tersebut, Hernes menjelaskan bahwa PT Semen Padang terlibat sejak masa tanggap darurat melalui pengerahan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC), penyaluran bantuan logistik, air bersih, dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Perusahaan juga mendirikan dua posko bantuan, masing-masing di Kecamatan Pauh, Kota Padang, dan Salareh Aia, Kabupaten Agam.
Memasuki tahap pemulihan, dukungan dilanjutkan melalui penyediaan hunian sementara, bantuan kebutuhan pokok, serta material untuk memperbaiki infrastruktur yang terdampak. Salah satunya melalui pembangunan 40 unit hunian sementara (huntara) di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, disertai bantuan uang tunai dan paket sembako bagi warga yang menempatinya.
PT Semen Padang juga menyalurkan bantuan semen untuk renovasi jembatan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk 1.000 jumbo bag kepada Pemerintah Kabupaten Solok dan 250 jumbo bag untuk wilayah Nanggalo.
Selain penanganan darurat, perusahaan turut mendukung pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Di Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dukungan dilakukan melalui kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar. Perusahaan juga mendukung pembangunan 500 unit hunian tetap di Sumatera Barat melalui kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Selain PT Semen Padang, IJTI Pengda Sumbar juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi di berbagai bidang, yakni RSU Bunda BMC Padang, PT Supreme Energy Muara Laboh, Wali Kota Pariaman, Wakil Bupati Padang Pariaman, serta Rektor Universitas Sumatera Barat. (000/sp)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





