Diceritakan selanjutnya, Adiba meminta kepada dirinya untuk diantarkan kepada ustad agar bisa diajarkan hafalan Al-Qur’an, sehingga dari situlah anaknya (Adiba) mulai menekuni Al-Qur’an.
Katanya, Adiba, yang telah menguasai tiga surah dalam Al-Qur’an, tidak menyangka akan lolos seleksi dan menjadi perwakilan Aceh Timur di MTQ ke-36.
“Kebahagian dan kegembiraannya meluap saat mendengar kabar tersebut dan ia bertekad untuk meraih kemenangan di ajang MTQ ke-36 di Simeulue,” ucap Farida Hanum.
Dikisahkan, pada anaknya berusia 8 tahun, Adiha mengalami musibah kehilangan penglihatan setelah operasi.
Sementara, Muhammad Zikri, perwakilan Tuna Netra Putra, menjelaskan bahwa ini adalah partisipasinya kedua setelah sebelumnya mengikuti MTQ ke-35 Aceh di Bener Meriah.
Meskipun gagal meraih juara pada kompetisi sebelumnya, Muhammad optimis bahwa Allah akan memberikan hasil yang terbaik kali ini.
“Ini kompetisi kedua saya. Sebelumnya, MTQ ke-35 di Bener Meriah, saya gagal meraih juara, tapi kali ini semoga Allah memberikan hasil yang terbaik,” kata Muhammad.
Meski tidak dapat melihat sejak lahir, Muhammad mampu menguasai lima surah Al-Qur’an melalui bimbingan dan dedikasi tinggi dalam belajar.
“Kelima surah yang sudah bisa dikuasai itu, yakni Ali-Imran, Al-Hijir, Al-Baqarah, dan Ar-Rahman, dan Al-Isra. Proses pembelajarannya melalui rekaman dan pengulangan yang konsisten setiap hari,” terang Muhammad.
Sementara, Kadis Syariat Islam Syawaluddin mengatakan, kedua peserta ini bukan hanya peserta MTQ, tetapi juga representasi dari semangat, kegigihan, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






