Anggarkan Rp2,5 Miliar, Distan Agam Percepat Pemulihan Irigasi Pertanian Pascabencana

Kepala Dinas Pertanian Agam, Heri Prasetyo Wibowo. (Foto: Distan Agam/SumbarFokus.com)

Dari sisi pelaksanaan, Dinas Pertanian Agam mencatat progres pembangunan telah mencapai sekitar 75 persen hingga Senin (19/10/2026).

“Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan dapat dituntaskan pada pertengahan November 2026,” tambahnya.

Target tersebut diharapkan dapat tercapai sehingga infrastruktur yang dibangun segera memberikan manfaat bagi masyarakat penerima. Penyelesaian pekerjaan menjadi salah satu tahapan penting agar fasilitas pengairan dapat dimanfaatkan sesuai tujuan program.

Adapun wilayah yang disebut sebagai penerima manfaat pembangunan saluran irigasi meliputi Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, Malalak, dan Baso.

Bacaan Lainnya

“Kawasan tersebut menjadi bagian dari sasaran pembangunan infrastruktur pengairan untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian,” tuturnya.

Pemerintah daerah berharap dukungan anggaran dan pembangunan infrastruktur tersebut dapat membantu memperkuat kembali aktivitas pertanian di kawasan terdampak bencana hidrometeorologi.

Pemulihan sektor pertanian dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat, terutama petani yang menggantungkan penghasilan dari pengelolaan lahan.

“Tersedianya fasilitas pengairan diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang bagi masyarakat untuk kembali menjalankan usaha tani,” imbuhnya.

Heri menegaskan, pembangunan infrastruktur pertanian merupakan bagian dari upaya mendukung masyarakat agar dapat kembali produktif setelah menghadapi dampak bencana.

Melalui penyediaan sarana pengairan, pemerintah berharap lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat dapat dikelola dengan lebih baik.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait