Angkat Budaya Minangkabau melalui Fesyen, Emi Arlin: Kalau Kita Membuat Hal yang Biasa, Orang Lain Juga Bisa

Desainer Sumbar, Emi Arlin. (Foto: REIFAN RACHMAN Y./SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Saat ini, pemerhati mode mana, khususnya di Sumatera Barat (Sumbar), yang tidak kenal dengan Emi Arlin? Pakaian hasil rancangan sangat disukai oleh banyak kalangan. Batik Kajang Padati hasil desainnya bahkan diapresiasi oleh Mas Menteri Sandiaga Uno, yang pernah menyempatkan diri berkunjung ke rumah mode Emi Arlin di Belanti, Kota Padang.

Bacaan Lainnya

Desainer Emi Arlin, bernama lengkap Ermiwati, saat ini memang boleh berbangga diri. Betapa tidak. Hasil karyanya telah dipakai oleh banyak kalangan, tak hanya di Sumbar, tapi juga nasional. Bahkan, Emi Arlin telah juga mengharumkan nama Sumbar dengan merambah dunia mode mancanegara. Misalnya, di ajang World Nomads Fashion Festival di Kyrgyzstan di 2022 lalu, Emi Arlin membawa karyanya untuk ikut menyemarakkan lantai catwalk, yang saat itu mengangkat tema “The Beauty of Minangkabau”.

Saat ini, Emi Arlin bahkan sudah punya hak paten atas karya batik kajang padati yang diproduksinya, yang telah juga dikenakan oleh banyak kalangan, seperti para pejabat pemerintahan, ibu-ibu kepolisian, dan lainnya.

Tak disangka, alumnus Universitas Negeri Padang kelahiran 21 Maret 1976 itu memulai karir di bidang fesyen dengan rasa ketidakpuasannya terhadap baju yang dia beli.

“Waktu itu saya tidak puas melihat jahitannya. Saya perbaiki. Hobi saya memang menjahit. Berawal dari hobi, akhirnya menjadi profesi seperti sekarang ini,” ujarnya, saat dijumpai SumbarFokus.com di kediamannya nan asri yang sekaligus juga rumah modenya, di Belanti, Padang.

Prinsip Emi, panggilan akrab Emi Arlin, di saat orang lain melakukan hal yang biasa, maka dirinya harus membuat sesuatu yang luar biasa.

“Hal biasa itu orang lain juga bisa. Maka, kita harus mendobrak sesuatu yang biasa, menjadi luar biasa,” ujarnya.

Berangkat dari ketidakpuasan dan ingin membuat sesuatu yang tidak biasa, lahirlah karya-karya jahitannya dengan desain yang unik, membuat pecinta mode tertarik, terutama karena juga nyaman dengan kualitas bahan yang dipilih oleh Emi Arlin.

Mengawali dari rumah produksi yang kecil, secara mandiri, Emi Arlin kemudian memutuskan mengembangkan usaha fesyennya. Dia juga memberi pelatihan ke banyak orang. Awalnya, dia merasa berat untuk diberi sebutan desainer. Namun Emi juga tak bisa membendung apresiasi yang diberikan padanya dengan sebutan desainer yang saat ini sudah melekat di dirinya.

Menunjukkan kecintaan pada Ranah Minang, Emi Arlin memberikan fokus untuk mengangkat kerajinan dan budaya Sumatera Barat, misalnya melalui karya sulaman benang emas, songket Sumbar, dan karyanya yang fenomenal adalah batik kajang padati.

Batik Kajang Padati muncul berawal dari kegelisan Emi akan tidak adanya ciri khas dari Padang dalam karya fesyen.

“Biasanya Padang dikenal dengan sulaman benang emas. Saya ingin Padang juga ada ciri khas yang diangkat ke dalam batik. Rumah gadang kajang padati mencerminkan khas Padang. Maka saya berpikir untuk mengangkat budaya ini ke batik,” ungkap desainer yang mempekerjakan belasan karyawan di rumah modenya tersebut.

Motif batik Kajang Padati sendiri sudah memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) secara resmi. Dengan batik kajang padati, Padang kini bertambah memiliki ciri khas dalam hal fesyen.

Dalam produksi, Emi juga tidak mau menggunakan bahan-bahan yang bisa membuat penikmat rancangannya tidak nyaman. Oleh karena itu, bahan-bahan premium menjadi standardisasi Emi, sehingga setiap konsumennya menyatakan puas atas hasil karya istri dari Arlin Teguh Ardani ini.

Ingin memiliki hasil karya Emi Arlin? Datang saja ke rumah mode Emi Arlin di Belanti, Padang. Apapun dan bagaimana pola jahitan yang diinginkan, tim Emi Arlin akan bisa mewujudkannya untuk Anda. (magang-Reifan)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait