Mungkin kelak, di sebuah resto kekinian, nama-nama seperti Subbet, Toek, Kalamai, Lomang Tungkek Sawahlunto, dan Randang Bilalang tidak lagi membuat orang bertanya “Itu makanan apa?” Sebab generasi setelah kita sudah mengenalnya, mencicipinya, memahami cerita di baliknya, dan bangga menyebutnya sebagai bagian dari tanah tempat mereka lahir dan tumbuh. Di situ warisan kemudian benar-benar hidup. Warisan itu tidak hanya tercatat, tetapi juga terus dikenal dan benar-benar diwariskan. (*Penulis adalah Wartawan SumbarFokus.com)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





