Bukan Sekadar Angka Sertifikat: Ikhtiar Menyingkap “Lemari” Warisan Budaya Sumatera Barat

Salah satu penganan khas Kepulauan Mentawai yang telah diakui resmi sebagai WBTbI adalah Sagu Kepurut, yang masuk dalam domain Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional. (Foto: Disdikbud Kabupaten Kepulauan Mentawai/SumbarFokus.com)

Pesan filosofis tersebut membuat kuliner tradisional memiliki nilai lebih. Tak cuma soal rasa, tetapi juga soal hubungan baik, kebersamaan, dan nilai yang diwariskan.

Asril dan Sandra sendiri, sebagai bagian dari entitas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, mengajak pelestarian dimulai dari lingkungan sendiri, termasuk kembali menghadirkan panganan tradisional dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Menurutnya, semangat back to nature dalam pariwisata juga semestinya diterapkan pada kuliner.

Dari sini, kekayaan WBTb kuliner dapat dikembangkan menjadi wisata gastronomi, seperti yang mulai dilakukan oleh Kota Padang. Wisatawan tidak sekadar mencicipi makanan, tetapi juga nengenal cerita, filosofi, dan masyarakat yang mewariskannya. Perputarannya pun dapat menyentuh petani, pengolah, UMKM, restoran, hingga pelaku usaha lainnya.

Namun, perjuangan menggali WBTb masih menghadapi kendala. Sandra mengakui, kajian akademis merupakan kendala tersendiri dalam hal ini. Sejumlah usulan masih kekurangan data pendukung berupa artikel ilmiah, skripsi, tesis, atau disertasi.

Bacaan Lainnya

“Kita juga berharap agar selalu ada aksi pelestarian WBTb yang sudah ditetapkan sebagai WBTbI, karena jika tidak ada upaya aksi pelestarian, sertifikat pengakuan WBTb tersebut bisa ditarik kembali,” sebut Sandra serius.

Peringatan ini menjadi cambuk bahwa tugas mendokumentasikan kebudayaan adalah kerja panjang yang simultan. Walau bagaimanapun, pencarian belum selesai.

Di balik 149 WBTb Sumbar yang telah bersertifikat, masih sangat banyak warisan lain menunggu untuk ditemukan, dikaji, dan diperjuangkan. Bisa jadi, di sebuah nagari kecil masih tersimpan makanan yang hanya dibuat pada hari tertentu dengan filosofi kebaikan tertentu, ada bahasa yang perlahan jarang digunakan, atau permainan yang dulunya akrab di halaman kampung, namun kini menjadi sesuatu yang langka dijumpai. Sesuatu yang bagi masyarakatnya biasa, tetapi sesungguhnya menyimpan sejarah, identitas, dan nilai yang luar biasa.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait