“Namanya Pengkaderan Mubaligh. Mereka dilatih retorika dakwah, psikologi dakwah, dan berbagai materi lainnya. Seluruh biaya waktu itu disokong oleh PT Semen Padang,” ujarnya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan perusahaan bangga memiliki sosok seperti Buya Ristawardi.
Dia menyebut, kisah hidup Buya Ristawardi menunjukkan bahwa nilai kerja keras, integritas, dan spiritualitas dapat tumbuh berdampingan di lingkungan industri.
Bagi PT Semen Padang, perjalanan hidup Buya Ristawardi menjadi bukti bahwa ruang kerja juga bisa menjadi ladang dakwah. Dari seorang buruh angkat semen, lahir seorang ulama yang kini menerangi masyarakat dengan cahaya keimanan. (000/sp)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






