JAKARTA (SumbarFokus)
Praktisi komunikasi yang dikenal dengan akun media sosial @ndorokakung mengkritik pola kerja humas di lingkungan pemerintah yang dinilai masih lebih banyak berkutat pada tugas-tugas seremonial dibanding menjalankan fungsi komunikasi strategis.
Pandangan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial yang kemudian memicu diskusi luas di kalangan pegiat komunikasi dan humas pemerintahan.
“Ini fakta di instansi. Banyak humas pemerintah sebenarnya paham bahwa kerja mereka bukan sekadar dokumentasi, spanduk, rilis, dan unggahan acara,” tulis akun @ndorokakung.
Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi humas di birokrasi adalah keterlibatan yang kerap datang terlambat dalam proses pengambilan keputusan.
“Masalahnya, di birokrasi, humas sering masuk terlalu akhir. Saat keputusan sudah dibuat, acara sudah berjalan, dan pesan publik tinggal diberi caption,” lanjutnya.
Dia menilai humas seharusnya dilibatkan sejak awal agar mampu membaca risiko komunikasi, menerjemahkan kebijakan, serta menyiapkan narasi yang tepat kepada masyarakat.
Menurut dia, fungsi tersebut sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah.
Unggahan tersebut mendapat berbagai respons dari kalangan humas instansi pemerintah. Salah seorang pengguna media sosial dengan akun @humas_instansi mengaku mengalami kondisi serupa.
“Terima kasih pencerahannya, memang itu yang humas instansi rasakan… Hanya dianggap tukang foto atau video, tidak lebih… Dianggap sepele kerjaan humas… Gk ada pentingnya buat instansi,” tulisnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





