Hendri menilai, masjid memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi pusat berkumpulnya masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai media edukasi, penyebaran informasi, dan penguatan solidaritas sosial.
Dengan memanfaatkan fungsi tersebut, edukasi kebencanaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, sehingga pemahaman mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dapat tumbuh secara merata.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan dalam penguatan peran masjid sebagai bagian dari sistem mitigasi bencana daerah. Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, komunitas, dan masyarakat, Padang Panjang diharapkan mampu menjadi kota yang semakin tangguh dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan,” katanya.
Sementara, Ketua Panitia Eko Susilo mengatakan, masjid memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat sehingga berpotensi menjadi sarana efektif dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya mitigasi bencana.
Menurutnya, selain menjadi pusat ibadah, masjid juga dapat berperan sebagai pusat informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko kebencanaan.
“Masjid merupakan institusi yang dekat dengan masyarakat. Melalui penguatan fungsi masjid, kita dapat membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi bencana sehingga masyarakat lebih siap menghadapi berbagai potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





