Kisah Dewi memperlihatkan bahwa kepedulian seseorang dapat menjadi awal pertolongan bagi anak-anak yang berada dalam situasi rentan. Namun, perlindungan anak tidak seharusnya bergantung pada ketahanan satu orang saja.
Ketika anak membutuhkan identitas, layanan kesehatan, atau penelusuran keluarga, dukungan dan koordinasi antarlembaga dapat membantu mengurangi hambatan yang dihadapi. Ketika seorang anak perlu kembali kepada keluarganya, prosesnya harus memastikan keselamatan dan kepentingan anak. Ketika seorang anak membutuhkan pendidikan, latar belakang keluarganya tidak seharusnya menjadi penghalang.
Anak-anak itu tidak meminta dilahirkan dalam keadaan sulit. Mereka hanya membutuhkan kesempatan untuk tumbuh dan menjalani kehidupan dengan layak.
Surga di Dunia bagi Dewi
Di balik berbagai persoalan yang dihadapi, ada satu hal yang terus disebut Dewi sebagai sumber kekuatannya: kecintaan kepada bayi dan anak-anak.
Baginya, kebahagiaan tidak selalu hadir dalam bentuk sesuatu yang besar. Menggendong bayi, mencium, memeluk, atau menemani anak-anak menjalani hari menjadi bagian dari kebahagiaan yang membuatnya bersemangat.
“Kecintaan saya dengan bayi dan anak-anak yang tidak berdosa ini, rasanya mereka adalah surga di dunia ini. Apalagi mencium dan memeluk mereka, membuat saya bahagia dan semakin semangat,” kata Dewi.
Dia tidak mengetahui sampai kapan akan terus menjalani pengasuhan. Tidak ada batas waktu yang bisa dia pastikan untuk sebuah pekerjaan yang setiap hari menghadirkan tanggung jawab baru.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





