Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika dia membantu seorang bayi yang tidak diinginkan kehadirannya dan nyaris digugurkan. Dewi memilih membiayai dan merawat bayi tersebut.
Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam membantu anak-anak yang berada dalam situasi rentan. Kepeduliannya tidak bermula dari sebuah lembaga, papan nama, atau bangunan yang dikenal masyarakat. Ia tumbuh dari perjumpaan dengan anak-anak yang membutuhkan pertolongan.
Setelah menikah dengan Boy Suharja, keinginan itu tidak berhenti. Dewi ingin menjadikan pengasuhan anak sebagai amal yang terus berlanjut bagi mendiang ayah mertuanya.
Sebagian sumber dana awal berasal dari harta peninggalan sang mertua melalui suaminya. Dewi kemudian menambahkan dana pribadi, dengan dukungan keluarga yang turut membantu keberlangsungan pengasuhan.
Pada 2019, sebelum panti resmi berdiri, Dewi telah membantu anak-anak yatim piatu dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya. Sebagian mereka dibiayai sekolahnya. Ada pula yang diperbolehkan tinggal di rumah Dewi karena membutuhkan tempat untuk berlindung dan melanjutkan kehidupan.
Salah satu anak yang dibantunya merupakan teman Jasmine, putri Dewi. Kedua orang tua anak tersebut telah meninggal dunia. Dewi membiayai pendidikannya agar anak itu tetap dapat bersekolah, bersama dengan Jasmine.
Bagi seorang anak, kehilangan kedua orang tua bukan hanya berarti kehilangan tempat bergantung. Kehilangan itu dapat mengubah banyak hal dalam kehidupannya, termasuk kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





