Dewi si Perempuan Panti: Bergeming di Tengah Badai Demi Asa Generasi

Anak-anak Panti Asuhan LKSA Bayi dan Balita Jasmin Nabila Inaya terlihat sedang bermain. (Foto: SISCA OKTRI SANTI/SumbarFokus.com)

Di tempat inilah Dewi Melinda memilih mengabdikan sebagian hidupnya.

Perempuan Solok Penyayang Anak-Anak

Bagi perempuan kelahiran Solok, 11 April 1980 ini, anak-anak itu bukan sekadar penghuni panti. Mereka adalah manusia-manusia kecil yang membutuhkan perlindungan, pengasuhan, dan kesempatan untuk tumbuh. Mereka tidak memilih keadaan yang mengiringi kelahirannya.

“Mereka tidak seharusnya kehilangan kesempatan memiliki masa depan hanya karena persoalan yang dihadapi keluarganya,” sebut Dewi, ketika berjumpa SumbarFokus.com, baru-baru ini.

Bagi Dewi, menjaga kehidupan anak-anak itu bukan pekerjaan sederhana. Dia harus memastikan ada makanan yang tersedia setiap hari, ada susu untuk diminum dan memberikan nutrisi kepada anak-anak, ada tenaga pengasuh yang harus bekerja, ada pendidikan yang harus diberikan kepada mereka.

Di balik senyum anak-anak itu, Dewi menyimpan perjalanan yang tidak mudah. Dia pernah menghadapi persoalan perizinan hingga panti yang didirikannya disegel. Dia juga mengisahkan tuduhan, fitnah, dan cacian yang menyakitkan.

Namun, ketika ditanya apa yang membuatnya bertahan, Dewi kembali pada alasan yang sederhana: kecintaannya kepada bayi dan anak-anak.

“Mereka adalah surga di dunia ini,” kata Dewi.

Dewi bersama para anak asuhannya. (Foto: Dok. Pribadi/SumbarFokus.com)

Sebelum Ada Panti, Sudah Ada Anak yang Dibantu

Jauh sebelum memiliki lembaga pengasuhan, Dewi telah akrab dengan anak-anak yang membutuhkan pertolongan. Sejak masih lajang, dia sudah mengasuh anak. Dia juga kerap mengunjungi panti-panti asuhan dan memberikan sedekah.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait