Angka itu menggambarkan tanggung jawab yang harus dipenuhi secara berulang. Anak-anak membutuhkan makanan setiap hari. Bayi memerlukan susu dan perlengkapan perawatan. Anak-anak yang sakit membutuhkan penanganan. Para perawat, pengasuh, dan pekerja juga harus menjalankan tugas agar kebutuhan penghuni panti tetap terpenuhi.
Untuk menjalankan pengasuhan tersebut, panti saat ini memiliki enam perawat yang bekerja dalam dua sif dan delapan pengasuh yang juga dibagi dalam dua sif. Selain itu, terdapat seorang pekerja yang bertugas pada sif pagi.
Pada masa awal panti berdiri, Dewi mengandalkan harta peninggalan mendiang ayah mertuanya melalui suaminya, dana pribadi, serta bantuan keluarga. Setelah keberadaan panti semakin dikenal masyarakat, dukungan dari para donatur turut membantu memenuhi kebutuhan anak-anak.
Namun, dengan biaya yang diperkirakan mencapai Rp100 juta setiap bulan, pengelolaan panti membutuhkan perencanaan dan dukungan yang berkelanjutan.
Kasih sayang menjadi alasan Dewi merawat anak-anak, tetapi kasih sayang saja tidak dapat menggantikan kebutuhan konkret mereka. Makanan harus dibeli, susu harus tersedia, tenaga pengasuhan perlu bekerja, obat-obatan harus dipenuhi, dan kebutuhan pendidikan tetap harus diperhatikan.
Dewi harus memikirkan kebutuhan hari ini sekaligus memastikan pengasuhan dapat terus berlangsung esok hari.
Dukungan yang berkelanjutan dapat membantu memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi. Pendampingan juga diperlukan agar lembaga pengasuhan mampu menjalankan tanggung jawabnya sesuai ketentuan dan memastikan kepentingan anak tetap menjadi prioritas.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





