Dewi berusaha agar keadaan tersebut tidak membuat anak yang dibantunya kehilangan kesempatan belajar.
Satu anak dibantu, kemudian anak lain datang dengan persoalan berbeda. Lama-kelamaan, kebutuhan itu semakin besar. Bantuan yang semula dilakukan dalam lingkup terbatas membutuhkan tempat, tenaga, dan pengelolaan yang lebih teratur.
Panti Jasmin Berdiri
Pada Januari 2020, Dewi mendirikan Panti Asuhan Jasmin Nabila Inayah. Pada awal berdiri, ada 12 anak yang diasuh. Jumlahnya meningkat menjadi 16 anak pada bulan yang sama.
Sejak itu, tanggung jawab yang semula dilakukan di rumah berkembang menjadi pengasuhan dengan kebutuhan jauh lebih besar. Anak-anak datang dengan latar belakang berbeda, sementara setiap hari menghadirkan kebutuhan baru yang harus dipenuhi.
Dewi tidak sekadar membuka pintu bagi mereka. Dia harus memastikan kehidupan di dalam panti tetap berjalan.
Anak-anak yang berada dalam pengasuhan Dewi memiliki latar belakang beragam. Ada yang yatim piatu, berasal dari keluarga kurang mampu, ditinggalkan orang tua, atau lahir di luar perkawinan. Ada pula anak yang berasal dari keluarga dengan persoalan kesehatan jiwa pada orang tuanya dan anak yang merupakan korban kekerasan seksual.
Sebagian membutuhkan pengasuhan sejak bayi. Sebagian lainnya datang ketika sudah mulai mengenal dunia di luar rumah. Ada anak yang membutuhkan perawatan khusus karena disabilitas, sementara anak-anak yang lebih besar perlu didampingi agar pendidikan dan perkembangan mereka tetap berjalan.
Di balik perbedaan itu, ada satu kebutuhan yang sama: mereka memerlukan perlindungan dan pengasuhan yang layak.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





