Dewi si Perempuan Panti: Bergeming di Tengah Badai Demi Asa Generasi

Anak-anak Panti Asuhan LKSA Bayi dan Balita Jasmin Nabila Inaya terlihat sedang bermain. (Foto: SISCA OKTRI SANTI/SumbarFokus.com)

“Enggak tahu sampai kapan, tapi InsyaaAllah sampai nyawa masih dikandung badan,” ujarnya.

Pernyataan itu menggambarkan tekad Dewi untuk tetap mengasuh anak-anak selama masih mampu. Namun, tekad tersebut tidak berarti perjalanannya tanpa beban. Ada biaya yang harus dipenuhi, ada urusan administrasi yang perlu diselesaikan, ada keluarga yang harus dicari, dan ada pengalaman pahit yang tidak mudah dilupakan.

Dewi juga tidak bisa memastikan bagaimana perjalanan panti ke depan. Yang dapat dia lakukan adalah terus berusaha memenuhi kebutuhan anak-anak yang berada dalam pengasuhannya, sembari berharap dukungan dan koordinasi dengan berbagai pihak dapat membantu mengatasi persoalan yang masih ada.

Pengasuhan dibangun melalui perhatian yang dilakukan berulang kali. Ada makanan yang harus disiapkan, tangisan yang perlu ditenangkan, kebutuhan kesehatan yang harus diperhatikan, dan pendidikan yang perlu dijaga. Pekerjaan itu berlangsung setiap hari, bahkan ketika tidak ada orang yang melihat.

Di tengah semua itu, Dewi menaruh harapan agar anak-anak yang diasuhnya memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan menemukan masa depan yang lebih terbuka daripada keadaan yang pernah mereka hadapi.

Perjuangannya bukan kisah tentang seseorang yang tidak pernah mengalami kesulitan. Justru sebaliknya, perjalanan itu dibentuk oleh persoalan perizinan, kebutuhan hidup yang besar, fitnah dan cacian, serta pekerjaan pengasuhan yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Namun, Dewi memilih melanjutkan apa yang telah dimulainya.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait