JAKARTA (SumbarFokus)
Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria meluruskan berbagai persepsi yang berkembang terkait keterlibatan Danantara dalam program Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut Dony, masih banyak pihak yang menganggap Danantara menjadi sumber pembiayaan program tersebut. Padahal, seluruh pendanaan berasal dari pemerintah.
“Perlu dijelaskan bahwa peran Danantara dalam program tersebut adalah membantu pemerintah menjalankan program, tetapi uang yang digunakan bukan uang Danantara. Uangnya adalah uang pemerintah,” kata Dony dalam podcast @BukanKalengKalengID yang tayang Rabu (10/6/2026).
Dia mencontohkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung ekonomi desa yang kerap dikaitkan dengan Danantara setelah nama lembaga tersebut disebut dalam sejumlah program pemerintah.
“Banyak yang kemudian mengira Danantara yang menyediakan dananya atau membeli fasilitas tersebut. Padahal bukan seperti itu,” ujarnya.
Menurut Dony, Danantara memiliki sejumlah perusahaan yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk melaksanakan program strategis nasional. Namun, seluruh pekerjaan yang dilakukan tetap dibiayai pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tujuan utama Koperasi Desa Merah Putih adalah membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, distribusi pupuk kepada petani menjadi lebih jelas. Kemudian ketika petani menghasilkan produk pertanian, tersedia sarana untuk mengangkut hasil panen ke koperasi,” jelasnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





