Hari Sumpah Pemuda, Ada yang Unik di Kantor Gubernur Sumbar

Dalam upacara itu, yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Gubernur Sumbar Mahyeldi. (Foto: Pemprov Sumbar/sumbarfokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Ada yang unik dan menarik dari upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tahun ini di Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), yang digelar di Halaman Kantor Gubernur, Sabtu (28/10/2023). Dalam upacara itu, yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Bacaan Lainnya

Terpantau, seluruh kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar hadir dengan mengenakan berbagai pakaian adat dari seluruh Indonesia. Menjelang upacara dimulai, seluruh kepala OPD tersebut berjalan beriringan di depan podium kehormatan dan langsung disambut riuh tepuk tangan dari seluruh peserta upacara.

Gubernur Mahyeldi mengatakan, tujuan dirinya menginstruksikan para kepala OPD untuk hadir upacara menggunakan pakaian adat nusantara adalah untuk menegaskan bahwa semangat persatuan mesti hadir dalam setiap jiwa rakyat Indonesia.

“Dengan keberagaman Indonesia terbukti menjadi lebih kuat, lebih hebat, dan lebih maju. Rasa persatuan, mesti senantiasa terjaga dilintas generasi, etnis dan agama. Salah satu caranya dengan saling dukung, saling jaga, karena semangat itulah Indonesia ada,” sebut Gubernur Mahyeldi, usai membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Diakuinya, tradisi mewajibkan Kepala OPD mengenakan pakaian adat nusantara ini dalam mengikuti Upacara Sumpah Pemuda, baru berlansung dua tahun terakhir.

Awalnya, pada tahun 2022, banyak Kepala OPD yang gelagapan, tapi sekarang secara umum mereka sudah cukup siap.

“Semoga dengan mengenakan pakaian adat ini dapat memperteguh rasa persatuan dan kesatuan kita sesuai pesan Sumpah Pemuda,” sebut Mahyeldi

Sementara, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Mursalim mengatakan, dirinya sangat mendukung kebijakan Gubernur yang mewajibkan kepala OPD menggunakan pakaian adat nusantara saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Saya, hari ini, mengenakan pakaian adat Kepri, dan saya merasa cukup nyaman dengan kebijakan ini. Karena pesannya bagus, untuk persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Mursalim.

Dikatakan, dari 57 pejabat eselon 2 di lingkup Pemprov Sumbar, semuanya mengenakan pakaian adat yang berbeda dari semua provinsi yang ada di Indonesia.

Selain pejabat di lingkup Pemprov Sumbar, juga tampak hadir dalam upacara tersebut, seluruh unsur Forkopimda Sumbar, kepala instansi vertikal, pimpinan BUMD, Ketua dan Pengurus KONI Sumbar, dan para atlit yang akan mewakili Sumbar dalam ajang Porwil di Kota Pekan Baru pada awal November mendatang. (000/Adpsb/Busan)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait