Dia juga mengapresiasi sinergi antara TP-PKK dan organisasi perangkat daerah dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan OPD menunjukkan bahwa pembangunan keluarga merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan.
“Penilaian lapangan ini menjadi momentum pembelajaran sekaligus evaluasi bagi seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat semangat pengabdian, dan melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan keluarga di masa depan,” pungkasnya.
Penilaian Gerakan PKK di Nagari Lingkuang Aua Bandarajo berlangsung semarak dengan menampilkan berbagai inovasi program serta pertunjukan budaya multietnis khas Pasaman Barat, mulai dari Tari Piring mewakili budaya Minangkabau, Tari Tor-tor dari etnis Mandailing, hingga Reog yang merepresentasikan budaya Jawa.
Penampilan tersebut menjadi simbol keberagaman dan harmonisasi budaya yang tumbuh di Kabupaten Pasaman Barat.armonisasi budaya yang tumbuh di Kabupaten Pasaman Barat.
Dalam kegiatan Penilaian tersebut, dipimpin langsung oleh Staf Ahli TP-PKK Sumbar Ny. Dianita Maulin Vasko beserta rombongan, yang disambut Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail mewakili Bupati Pasaman Barat, didampingi Asisten III Harlina Syahputri, Staf Ahli TP-PKK Pasaman Barat Ny. Gusmalini, Ketua Bidang IV TP-PKK Pasaman Barat Ny. Erisa Doddy San Ismail, kepala OPD, Camat Pasaman Hendrizal, para wali nagari se-Kecamatan Pasaman, serta kader PKK dan unsur masyarakat. (018)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





