Dalam kegiatan tersebut, Pejabat Fungsional Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar Akli El Bana menjelaskan bahwa ancaman bencana tidak hanya berasal dari faktor alam. Aktivitas manusia dan dinamika sosial juga dapat memicu bencana nonalam, termasuk konflik sosial.
Akli menekankan pentingnya manajemen penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, dan berkesinambungan. Upaya tersebut mencakup mitigasi sebelum bencana, penanganan tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana.
“Di sinilah pentingnya kesiapsiagaan. Kita harus mampu mengantisipasi potensi bencana melalui pengorganisasian serta langkah-langkah yang tepat guna dan berdaya guna,” jelas Akli.
Melalui sosialisasi ini, pengurus KNPI Sumbar diharapkan dapat meneruskan edukasi kebencanaan kepada masyarakat luas. Sinergi pemerintah, BPBD, dan organisasi kepemudaan dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mengurangi risiko bencana.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang bagaimana menghadapi bencana ketika terjadi, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran, mengurangi risiko, dan melindungi keselamatan masyarakat sejak dini,” kata Akli. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





