Program Dedieselisasi PLN 70 Persen Lebih Efisien

PLN berkomitmen untuk sosialisasi kepada industri atau pelaku usaha, mengenai program dedieselisasi atau program konversi penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel. (Foto: Ist.)

PAYAKUMBUH (SumbarFokus)

PT PLN (Persero) berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui sosialisasi kepada industri atau pelaku usaha mengenai program dedieselisasi atau program konversi penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel ke pembangkit listrik PLN.

Bacaan Lainnya

Manajemen PT PLN Unit Pelaksanan Pelayanan Pelanggan (UP3) Payakumbuh lakukan sosialisasi program dedieselisasi ini kepada salah satu pelaku industri di Desa Kapalo Koto Ampangan beberapa waktu lalu.

Kepada Darmadi, pemilik industri pengolahan tahu, Manager PLN UP3 Payakumbuh Wilsriza menyampaikan bahwa program dedieselisasi merupakan bentuk perhatian besar PLN bagi pertumbuhan pelanggan bisnis dan industri.

“Beralih ke listrik PLN sudah tentu lebih efisien karena harga kwh/Rupiah tarif dasar listrik untuk pelanggan industri lebih murah 70 persen dibandingkan dengan harga BBM. Selain itu listrik juga minim polusi udara, minim polusi suara, lebih higienis. Kemudahan menggunakan listrik PLN dapat membuat pelaku usaha fokus pada pemaksimalan produksi usahanya saja,’’ sebut Wilsriza.

Dedieselisasi, lanjut Wilsriza, juga sejalan dengan komitmen PLN untuk menekan emisi gas rumah kaca serta mencapai target Net Zero Emission 2060.

‘’Dengan menggunakan listrik PLN secara total, pelanggan sudah berkontribusi mendukung target pemerintah. Lagipula, program dedieselisasi cenderung lebih efektif karena teknologi PLN lebih modern ketimbang pembangkit mandiri konvensional,’’ lanjutnya.

Wilsriza memastikan, PLN mampu memberikan pasokan listrik yang andal dan kontiniu untuk mendukung aktivitas bisnis dan industri. Maka pelaku bisnis dan industri tidak perlu ragu untuk mempecayakan pelayanan kelistrikannya kepada PLN.

‘’PLN siap mendukung kebutuhan listrik masyarakat terutama pelaku usaha atau industri dengan pasokan listrik yang andal dan berkualitas. Hingga April 2023, kondisi sistem kelistrikan di Sumbar surplus sebesar 198,82 MW. Dengan surplus sebesar ini PLN siap mendukung pertumbuhan industri yang ada di Sumatera Barat, khususnya Payakumbuh dan sekitarnya,” tegasnya

Darmadi menyambut baik sosialisasi oleh PLN UP3 Payakumbuh. Darmadi setuju bahwa konversi dari genset berbasis solar ke listrik PLN perlu segera dilakukan untuk peningkatan produksi industrinya yang lebih efisien dan efektif.

‘’Terima kasih kepada PLN sudah mengenalkan dan meyakinkan tentang Program Dedieselisasi. Kami akan segera beralih total ke listrik PLN dalam waktu dekat. Kami semakin yakin bahwa ini adalah solusi baru untuk usaha kami, apalagi di masa-masa sekarang dimana solar sulit didapatkan,’’ pungkas Darmadi. (000/UID-Sumbar)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait