Terkait Dana Bantuan Gempa Bumi yang Belum Terealisasi, Masyarakat Nagari Kajai Lakukan Unjuk Rasa

Personel Polres Pasaman Barat pengamanan aksi unjuk rasa masyarakat Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, di depan Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (12/6/2023). (Foto: Polres Pasaman Barat/sumbarfokus.com)

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Puluhan massa yang mengatasnamakan Perkumpulan Masyarakat Korban Gempa Bumi Pasaman Barat menggelar unjuk rasa. Aksi tersebut dilaksanakan di depan Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (12/6/2023). Jajaran Polres Pasaman Barat melakukan pengamanan terkait aksi ini.

Bacaan Lainnya

Puluhan massa sebelumnya bergerak dan melakukan long march dari Jorong Kampuang Alang Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, menuju Kantor Bupati Pasaman Barat dengan koordinator Aksi Mashendy, dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.

Aksi puluhan massa tersebut, mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan sebanyak 77 orang dibawah pimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki, sesuai dengan Surat Perintah Kapolres Pasaman Barat Nomor : Sprin/368/VI/PAM.3/2023.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki mengatakan, aksi unjuk rasa dilakukan oleh puluhan massa
berasal dari masyarakat Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Korban Gempa Bumi, terkait tuntutan dana bantuan gempa bumi yang hingga saat ini belum direalisasikan.

Pihaknya telah memerintahkan Satuan Intelkam Polres Pasaman Barat melalui Kanit I Aiptu Efnu Sahada bersama Kanit III
Abdel Kamal untuk melakukan penggalangan kepada penanggung jawab dan koordinator lapangan (Korlap) terkait aksi unjuk rasa yang akan dilakukan ke Kantor Bupati Pasaman Barat.

“Personel Satuan Intelkam Polres Pasaman Barat memberikan himbauan Kamtibmas agar menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Selain itu, pihaknya juga menghimbau untuk tidak mudah terpancing serta mentaati segala aturan dalam menyampaikan tuntutan,” katanya.

Ia menambahkan, sekitar lebih kurang 50 orang massa bergerak menuju Kantor Bupati Pasaman Barat sekitar pukul 09.20 WIB, dengan membawa atribut tulisan terkait tuntutan dan kekecewaan, karena bantuan dana gempa bumi hingga saat ini tidak ada kejelasan. Dalam aksi demo tersebut, puluhan massa menggunakan mobil minibus dan sepeda motor yang mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Pasaman Barat.

“Puluhan massa sampai di depan Kantor Bupati Pasaman Barat pada pukul 10.06 WIB dan langsung melakukan orasi dan menyampaikan aspirasinya,” tuturnya.

Dijelaskan, adapun tuntutan dari dari peserta aksi demo yakni, menuntut hak korban gempa segera dituntaskan, dana bantuan cair ketangan masyarakat bukan ke toko bangunan, nama-nama penerima yang telah di SK kan oleh Pemerintah Pusat yang berjumlah 1.111 kepala keluarga jangan dicoret, nama yang diusulkan tolong di SK kan secepatnya, rumah rusak sedang tolong segerakan pencairannya, Tim TFL jangan tebang pilih dan jangan kaku untuk penghitungan volume, Pemerintah Daerah Pasaman Barat jangan mempersulit dan membuat Juknis yang berbelit-belit.

“Selain itu, kepada Bupati Pasaman Barat berpihaklah Kepda masyarakat jangan kepentingan perorangan, dan apabila tuntutan tidak diindahkan oleh Pemerintah Daerah Pasaman Barat, masaa akan melakukan demo kembali dan semua kegiatan yang berhubungan dengan korban gempa kami hentikan dan akan menyurati Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo,” jelasnya.

Diterangkan, massa diterima langsung oleh Asisten III Raff’an didampingi Kepala Kesbangpol Kabupaten Pasaman Barat Devi Irawan dan anggota Komisi III DPRD Pasaman Barat Baharuddin R, dikarenakan Bupati Pasaman Barat Hamsuardi tidak berada di tempat, dikarenakan ada kegiatan Dinas di Kecamatan Sungai Aur.

“Aksi damai masyarakat korban gempa Nagari Kajai di Kantor Bupati Pasaman Barat berakhir pada pukul 17.00 WIB, dan selama kegiatan berlangsung situasi dalam keadaan aman dan terkendali,” pungkasnya. (018)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait