Ada Senpi, Clurit, Golok, dan Banyak Peluru, Polda Sumbar Ungkap Barang Bukti Kasus Perampokan Sadis

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono memperlihatkan golok, salah satu barang bukti kasus perampokan sadis yang berhasil diungkap jajaran Polda Sumbar, melalui Ditreskrimum. Kapolda didampingi oleh Wakapolda Sumabr Brigjen Pol Gupuh Setiyono dan Di Reskrimum Kombes Pol Andri Kurniawan. (Foto: YEYEN/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Selasa (30/1/2024), jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Perampokan Sadis Bersenjata Api (Kejahatan Tingkat Tinggi), di Mapolda Sumbar. Dua tersangka (IS dan MZ) berhasil ditangkap, sedangkan satu tersangka lainnya (RC) akhirnya tewas dalam baku tembak saat dilakukan penangkapan karena yang bersangkutan melakukan perlawanan dengan menembaki petugas.

Bacaan Lainnya

“Aksi para tersangka telah dilakukan sejak tahun 2021, yaitu sekitar Mei 2021, dilakukan di Bukittinggi. Kemudian, dilakukan juga pada tahun 2022, tepatnya di September, dalam wilayah hukum Polres Agam. Selanjutnya, kasus perampokan sadis juga terjadi pada Januari dan Juli 2023, di wilayah hukum Polres Solok dan Bukittinggi, dan akhirnya di 2024 ini di Kota Pariaman,” terang Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, yang saat itu didampingi oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Gupuh Setiyono dan Dir Reskrimum Kombes Pol Andri Kurniawan.

Diakui Kapolda, kawanan perampok ini diketahui brutal dan licin dalam pergerakan. Dalam beraksi, mereka menyiapkan senjata api dan senjata tajam, yang artinya sudah siap untuk beradu nyawa dengan korban ataupun aparat. Ini terbukti dengan RC yang melakukan perlawanan, bahkan sempat menembaki aparat, saat ditangkap.

“Mereka licin. Itulah yang namanya pelaku profesional. Lincah, licin, tega menghabisi korban. Tidak peduli siapa. Mereka itu militan. Militan di sini, mereka sangat loyal. Tidak akan mengakui informasi apapun mengenai tindak kejahatan atau tim mereka,” ujar Kapolda.

Berikut barang bukti yang berhasil diamankan oleh jajaran kepolisian saat melakukan penangkapan para tersangka:
– 1 pucuk senjata api jenis pistol merk macarov warna silver kalibre 7,65 mm
– 1 pucuk senjata api FN jenis Bareta kalibre 9 mm
– 2 pucuk senjata api jenis revolver
– 8 butir amunisi kaliber 62 utk senjata api Laras panjang
– 23 butir amunisi senjata api kalibre 9 mm
– 8 butir amunisi senjata api jenis pistol kalibre 7,65
– 2 buah magazine
– 1 buah kunci T untuk perlengkapan senjata api
– 1 buah per dan 2 (dua) buah pen untuk perlengkapan senjata api
– 1 helai kaus kaki warna merah pembungkus amunisi
– 1 buah golok dengan sarung
– 1 buah pisau badik
– 1 buah tas sandang warna hitam
– 1 buah celana jeans merk Levis warna hitam
– 1 buah sebo warna hitam
– 1 buah sepatu sport merk Adidas warna putih abu-abu
– 1 buah sepeda motor jenis beat warna hitam
– 1 buah helm warna hitam
– 1 buah jaket kulit warna hitam
– 1 buah jaket parasut warna biru Dongker
– 1 buah borgol
– 1 buah kaca mata hitam merk Police
– 2 buah hp merk Nokia
– Sepasang sarung tangan warna hitam
– 1 buah kartu ATM BRI

Berkaitan dengan kasus ini, Kapolda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan tindak kejahatan dari orang yang gerak-geriknya mencurigakan. Masyarakat juga diimbau untuk segera menghubungi pihak kepolisian, jika melihat adanya kondisi yang mencurigakan dan rawan kejahatan.

“Kami tidak bisa mengungkap tanpa informasi masyarakat. Kegiatan kepolisian apapun, kesuksesannya tidak pernah lepas dari informasi dari masyarakat. Kebersamaan antara anggota Polri dan masyarakat agar lebih ditingkatkan, dioptimalkan,” ajak Kapolda. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait