Bupati Epyardi Asda: Jumlah Wisatawan yang Datang ke Kabupaten Solok Menggembirakan

Bupati Solok Epyardi Asda, di sela memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dalam rangka penyelamatan Aset Pemda Kabupaten Solok. (Foto: Pemkab Solok/sumbarfokus.com)

KABUPATEN SOLOK (SumbarFokus)

Jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Solok menggembirakan. Ini dikemukakan oleh Bupati Solok Epyardi Asda, di sela memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dalam rangka penyelamatan Aset Pemda Kabupaten Solok, Selasa (2/5/2023).

Bacaan Lainnya

‚ÄúSebagaimana kita ketahui, Lebaran tahun ini, alhamdulillah wisatawan ke Kabupaten Solok cukup menggembirakan. Secara kasat mata, jalan jalan ke tempat wisata macet semua. Saya melihat sendiri antusias pengunjung, apakah itu pengunjung dari daerah tetangga seperti Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi atau perantau kita yang pulang, ini yang memberikan peningkatan ekonomi kepada masyarakat kita,” ungkapnya.

Dia menyatakan senang, banyak bermunculan pedagang di pinggir jalan.

“Alhamdulillah tidak ada satupun yang kecewa, apalagi yang merasa rugi. Dan yang tidak kalah pentingnya, saya sampai saat ini belum pernah mendengar keluhan pihak luar terhadap pelayanan masyarakat kita terhadap wisatawan tersebut, baik di tempat wisata milik Pemda ataupun swasta,” sebutnya.

Sebagai kepala daerah, Bupati merasa senang dan bangga atas keberhasilan ini, yang artinya masyarakat Kabupaten Solok telah menyadari betapa pentingnya wisatawan terhadap peningkatan perekonomian, dan ke depannya harus di tingkatkan lagi.

Dalam pembicaraan terkait aset, Bupati mengimbau pemangku kebijakan terkait, bersama-sama, untuk menjaga dan memperjelas keberadaan aset, untuk pemanfaatannya yang maksimal.

Untuk penyelamatan aset, dikatakan, pihaknya akan membentuk tim beserta sub-sub koordinatornya, yang tim tersebut nanti akan memaparkan dan bertanggung jawab atas aset-aset yang dimiliki Pemda sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Tim tersebut harus bergerak cepat. Saya berharap akan tuntas dalam waktu dua bulan, di mana sekali setiap minggu tim-tim harus rapat untuk progresnya, dan sekali dua minggu rapat dengan Bupati Solok untuk laporan progres penyelamatan aset pemda. Untuk itu, tim-tim tersebut akan diketuai oleh Sekda Kab Solok,” tegasnya.

Bupati juga meminta agar semua pihak bekerja dengan cepat dan mendata semua aset-aset pemda yang belum terdaftar, termasuk pasar-pasar, tempat-tempat wisata, gedung-gedung sekolah atau bekas kantor, kawasan wisata kebun teh, terminal, dan lainnya.

“Ini bertujuan agar bisa memaksimalkan PAD untuk Kabupaten Solok,” Epyardi Asda menekankan. (000)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait