JAKARTA (SumbarFokus)
Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan sejumlah hasil transformasi yang telah dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan BUMN yang sebelumnya mengalami tekanan berat.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberhasilan restrukturisasi PT Krakatau Steel.
“Tahun lalu Krakatau Steel sudah membukukan keuntungan sekitar Rp5 triliun. Tahun ini kinerjanya terus membaik dan sudah mencatatkan hasil positif sejak kuartal pertama,” kata Dony dalam podcast @BukanKalengKalengID yang tayang Rabu (10/6/2026).
Menurut Dony, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa financial restructuring, tetapi juga business restructuring.
Langkah awal yang dilakukan adalah negosiasi dengan para kreditur untuk memperoleh pengurangan utang atau haircut.
Dari proses tersebut, Krakatau Steel berhasil memperoleh haircut sekitar 75 persen dari total kewajiban yang sebelumnya mencapai sekitar Rp26 triliun.
Setelah itu, dilakukan pembenahan operasional, penguatan modal, serta perbaikan model bisnis perusahaan.
“Hasilnya sekarang perusahaan sudah menghasilkan keuntungan dan berada di jalur yang lebih sehat,” ujarnya.
Keberhasilan serupa, menurut Dony, mulai terlihat pada PT Kimia Farma yang sebelumnya berada dalam kondisi negatif.
Setelah menjalani restrukturisasi, perusahaan farmasi pelat merah tersebut mulai menunjukkan perbaikan dan telah mencatatkan hasil positif pada kuartal pertama tahun ini.
Selain Krakatau Steel dan Kimia Farma, restrukturisasi juga dilakukan terhadap Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





