Dony Oskaria Ungkap Hasil Restrukturisasi BUMN, Krakatau Steel Cetak Laba Rp5 Triliun

Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan sejumlah hasil transformasi yang telah dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan BUMN yang sebelumnya mengalami tekanan berat. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

Menanggapi kritik terkait suntikan dana kepada Garuda Indonesia, Dony menegaskan bahwa restrukturisasi tidak dapat dilakukan hanya dengan menambah modal.

Menurut dia, perbaikan fundamental bisnis menjadi prioritas sebelum dilakukan injeksi modal.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah debt-to-equity swap dengan mengubah utang Citilink kepada Pertamina menjadi kepemilikan saham.

Langkah tersebut membuat struktur permodalan Citilink menjadi lebih sehat karena beban utangnya berkurang secara signifikan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, restrukturisasi juga dilakukan terhadap GMF AeroAsia melalui penguatan struktur modal dan optimalisasi aset.

Dony menjelaskan salah satu persoalan utama yang dihadapi Garuda adalah banyaknya pesawat yang tidak beroperasi.

β€œKalau pesawat tidak terbang, biaya tetap berjalan. Karena itu pesawat harus kembali beroperasi agar menghasilkan pendapatan,” katanya.

Saat proses transformasi dimulai, sekitar 38 pesawat Citilink tercatat tidak beroperasi meskipun perusahaan tetap harus membayar biaya leasing pesawat.

Menurut Dony, seluruh langkah restrukturisasi tersebut dilakukan agar investasi yang diberikan mampu menghasilkan manfaat dan membawa perusahaan kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat.

Dia optimistis transformasi yang dijalankan saat ini akan menghasilkan BUMN yang lebih kuat dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. (000)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait