“Kinerja ini menunjukkan bahwa sektor jasa, pariwisata, dan aktivitas pendukung ekonomi masyarakat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada awal tahun 2026,” katanya.
Dia optimistis pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat akan semakin membaik pada triwulan II Tahun 2026. Meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, termasuk tingginya mobilitas masyarakat saat mudik, dinilai memberi dampak positif terhadap berbagai sektor usaha.
Selain itu, konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi seiring meningkatnya pendapatan masyarakat dan membaiknya tingkat keyakinan konsumen.
Dari sisi investasi, pertumbuhan juga diproyeksikan meningkat dengan berlanjutnya berbagai Proyek Strategis Nasional, termasuk mulai beroperasinya Jalan Tol Padang–Sicincin yang diharapkan meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong investasi di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Vasko menambahkan kinerja ekspor diperkirakan terus membaik seiring tren peningkatan sejak triwulan I Tahun 2025. Sektor perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum diproyeksikan turut tumbuh lebih baik seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.
Rapat paripurna tersebut menjadi tahapan awal pembahasan perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 sebelum memasuki pembahasan lebih lanjut antara DPRD Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menghasilkan perubahan APBD yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah. (000/par)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





